pasang iklan

Besaran Dana Bos 2021, Papua Barat Naik 30 Persen

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa terdapat ketentuan baru terkait dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler mulai tahun 2021. Menurutnya, besaran dana BOS reguler antar daerah tidak lagi sama. Mendikbud Nadiem menjelaskan penyesuaian besaran dana BOS dilakukan sebagai upaya pemerataan pendidikan dan mendukung percepatan pendidikan bagi sekolah-sekolah yang berada di di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T).

“Mulai tahun 2021 ini dana BOS reguler antar daerah tidak lagi sama," kata Nadiem Makariem saat melakukan kunjungan kerja hari ketiga di Sorong, Provinsi Papua Barat pada Jumat (12/2).

Ketentuan dana BOS tersebut, menurut Nadiem Makarim disesuaikan dengan beberapa faktor penting berdasarkan kondisi di masing-masing daerah. Dana BOS dihitung dari jumlah siswa yang dikalikan dengan satuan biaya yang ditetapkan oleh Kemendikbud. Akan tetapi terdapat afirmasi bagi sekolah-sekolah yang berada di 3T. Ia juga mengatakan besaran dana BOS Provinsi  Papua Barat pada tahun 2021 naik lebih dari 30 persen.

"Namun ada pengecualian bagi sekolah di daerah 3T. Sekolah di daerah 3T meskipun siswanya kurang dari 60 orang, jumlah siswa tetap dihitung 60 orang,” kata Mendikbud Nadiem dilansir dari Antara (12/2).

Lebih lanjut Nadiem menjelaskan dengan ketentuan tersebut, besaran dana BOS reguler di daerah-daerah 3T akan lebih besar dari daerah lain. Menurutnya, bahkan ada yang mendapat dana BOS reguler tiga kali lebih besar dari yang didapatkan pada tahun 2021. Ia berharap melalui kebijakan Kemendikbud tersebut, dapat mendukung upaya pemerataan pendidikan di Indonesia.

"Kebijakan ini diambil sebagai salah satu upaya pemerataan pendidikan," kata Mendikbud Nadiem Makarim.

Selain itu, dalam kunjungan kerjanya di Sorong, Nadiem juga menghimbau kepada sekolah-sekolah di Papua Barat yang belum mendaftarkan diri sebagai Sekolah Penggerak untuk segera mendaftar. Mengingat pendaftaran Program Sekolah Penggerak Kemendikbud akan berakhir pada tanggal 6 Maret 2021 mendatang.

Selain itu, Program Sekolah Penggerak Angkatan pertama hanya akan dibuka untuk 2.500 sekolah di Indonesia. Inovasi program pendidikan dari Kemendeikbud itu merupakan kesempatan bagi sekolah-sekolah di Indonesia untuk melakukan banyak perubahan dan kemajuan. Oleh karena itu, Nadiem berharap sekolah-sekolah terutama di daerah 3T untuk segera mendaftar.

Nadiem menjelaskan melalui Program Sekolah Penggerak Kemendikbud RI, sekolah yang terdaftar akan melakukan transformasi yang intensif selama 3 tahun ke depan. Selain itu, melalui program ini, sekolah akan menjadi inspirasi perubahan di daerah masing-masing untuk melakukan lompatan kemajuan termasuk mendapat kesempatan untuk menjalankan transformasi digital terutama di sekolah-sekolah di 3T. [uwr]

Share This Article

Related Articles

Comments (4)

  • Drgsei

    purchase oral ivermectin - ivermectin 1% stromectol 3 mg dosage

  • Evqijd

    stromectol 12mg - ivermectin brand generic ivermectin cream

  • Wqqkhl

    canadian pharmacy coupon code - reliable canadian pharmacy cvs pharmacy online

  • Ccrrdn

    buy vardenafil professional online - how to use vardenafil vardenafil 20mg price

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery

Kaos design