pasang iklan

Komnas HAM: Hentikan Pasokan Senjata dan Amunisi ke KBB

JAGAPAPUA.COMKomisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI meminta adanya penyelidikan mendalam terhadap pihak-pihak atau oknum-oknum pemasok senjata api dan amunisi ke KKB. Menurutnya, para pemasok senpi dan amunisi berperan penting dalam aksi-aksi kekerasan di tanah Papua.

“Ini perlu diselidiki mendalam siapa pemasoknya. Belakangan mencuat ke permukaan, ada oknum yang jual senjata dan amunisi ke kelompok bersenjata,” kata Wakil Ketua Eksternal Komnas HAM, Amiruddin al Rahab pada Senin (24/5) dikutip dari Kompas.id.

Amiruddin meminta pasokan senjata dan amunisi ke KKB harus dihentikan. Ia menuturkan, selain pengejaran dan penangkapan KKB, pemutusan rantai senpi dan amunisi harus dilakukan. Menurutnya, hal itu dapat meredam kekerasan yang terjadi di bumi Cenderawasih itu.

“Ini pekerjaan penting. Senjata tanpa amunisi tak ada gunanya,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri mengungkapkan KKB yang beroperasi di Kabupaten Puncak Papua diperkirakan memiliki sekitar 70 pucuk senjata api. Sebagian senjata api tersebut milik aparat TNI/Polri yang berhasil dirampas oleh KKB.

“Sebagian senjata api tersebut diperoleh dari hasil rampasan personel TNI/Polri. Sedangkan jumlah anggota KKB beserta simpatisannya sekitar 150 orang,” terangnya.

Sebelumnya, Satgas Nemangkawi berhasil menangkap salah satu anggota KKB, Litiron Weya (LW) yang diketahui juga berperan sebagai pemasok senjata bagi KKB. Selain itu, LW juga terlibat dalam pencurian senjata api laras panjang jenis SS1 V1 milik seorang prajurit TNI di Kampung Biak, Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery

Kaos design