pasang iklan

8 Tahun Mengabdi, Guru SD di Kamundan Konsumsi Air Hujan

KAMUNDAN, JAGAPAPUA.COM - Salah seorang guru SD yang mengabdi di Kamundan, Teluk Bintuni turut mengonsumsi air hujan sebagai air minum layaknya masyarakat Kamundan lainnya. Menurut guru yang enggan disebut namanya ini, kondisi di Kamundan tidak memberikan pilihan lain untuk dapat menikmati air minum, selain air hujan dan air sungai yang keruh.

“Saya seorang guru sudah mengabdi selama 8 tahun. Selama mengabdi, kami dewan guru mengonsumsi air hujan untuk diminum. Ya, kami mau kemana lagi, kami menyesuaikan dengan keadaan yang masyarakat Kamundan alami,” ungkapnya kepada awak media, Kamis (11/5/2023).

“Kadang kalau tidak ada hujan kami kesulitan dan yang ada hanya satu-satunya sungai yang airnya keruh, kami ambil dan disuling dengan cara tradisional melalui empat fase. Yakni air disuling diendapkan dan direbus lalu diendapkan lagi untuk selanjutnya diendapkan lagi guna dikonsumsi,” sambungnya.

Dirinya mengaku turut prihatin atas kondisi masyarakat di Kamundan. Menurutnya, nasib masyarakat Kamundan sangat malang dan ironis mengingat mereka memiliki sumber daya alam migas yang saat ini dikelola oleh perusahan besar BP Tangguh.

“Saya sangat prihatin, masyarakat disini kasihan, masak perusahan sekelas BP tidak bisa menyiapkan air yang bersih dan layak konsumsi bagi masyarakat Kamundan. Padahal Kamundan adalah daerah yang kena dampak dari exploitasi migas. Saya berharap negara hadir untuk melihat masalah ini walau saya adalah abdi negara di bidang pendidikan namun saya punya hati nurani melihat hal ini,” ucapnya.

“Kadang saya kalau ke Bintuni kota saya belikan air mineral kemasan dengan karton-karton untuk dibawa ke Kamundan. Saya kadang bagikan air minum segelas untuk anak-anak di Kamundan di ruang kelas saya ketika mengajar. Saya membagikan air itu karena kedapatan anak-anak sekolah akibat konsumsi air hujan mereka kebanyakan kena infeksi tenggorokan akibat mengkonsumsi air hujan, seperti radang tenggorokan dan penyakit lain seperti muntaber,” lanjutnya.

Dirinya juga meminta maaf lantaran turut bersuara atas kondisi masyarakat Kamundan. Ia berharap kebutuhan masyarakat Kamundan air bersih dan lainnya dapat segera terpenuhi juga untuk mendukung kesehatan masyarakat serta generasi Kamundan.

“Ya, saya minta maaf jika harus bersuara karena saya seorang guru. Saya juga manusia dan punya rasa prihatin untuk hal ini. Harapan saya melalui pesan suara ini mungkin negara bisa hadir melihat kondisi masyarakat Kamundan yang sangat memprihatinkan,” tutupnya. (MW)

Share This Article

Related Articles

Comments (152)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery