PAPUA BARAT, JAGAPAPUA.COM - Berdasarkan data yang dirilis oleh Satuan Tugas covid-19 Papua Barat, telah terjadi peningkatan Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Papua Barat. Angka OTG meningkat drastis setelah tim satgas kabupaten/kota melakukan tracking riwayat kontak dari 88 kasus terkonfirmasi positif Corona.
Data Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, melaporkan tambahan 114 OTG masing-masing tersebar di kabupaten Manokwari (99) orang dan kabupaten Teluk Bintuni (15) orang. Hingga data terakhir OTG Papua Barat berjumlah 1003 orang sebagaimana disampaikan Tiniap pada Jum’at (15/5). Sementara untuk kasus pasien positif tidak ada penambahan, yakni 88 kasus.
Wiku Adisasmito, Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam dialog dari kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana Jakarta yang disiarkan di saluran BNPB kemarin pada Kamis (16/4/2020) mengatakan, meski tanpa gejala penyakit seperti demam, batuk, atau pilek, bukan berarti mereka (OTG) tidak bisa menularkan penyakitnya ke orang lain. OTG bisa diartikan sebagai dua hal. Pertama mereka mungkin memang sehat tanpa ada virusnya atau yang kedua, bisa saja mereka kelihatan layaknya orang sehat meskipun terdapat virus di dalam tubuhnya.
"Jadi kita mesti hati-hati yang OTG ini. Karena dia bisa punya virusnya, bawa kemana-mana, membagi ke siapa pun, tapi barangkali dia tidak tahu dia membawa virus," kata praktisi kesehatan dokter Lula Kamal menanggapi Wiku dalam dialog tersebut.
"Ini yang banyak juga di masyarakat. Orang-orang yang kuat imunnya tapi bagi-bagi virus ke semua, menularkan," kata Lula menyimpulkan. Hal ini tentu saja berbahaya bagi mereka yang memilik daya tahan tubuhnya rendah sehingga rentan tertular Covid-19.
Untuk mengetahui apakah OTG benar-benar memiliki COVID-19, harus dilakukan pemeriksaan swab atau PCR (Polymerase Chain Reaction).
"Yang disebut orang tanpa gejala, tanpa menggunakan rapid test, langsung menggunakan yang disebut swab atau PCR, itu bisa saja virusnya tertangkap di situ dan diuji, positif," kata Wiku.
Share This Article