pasang iklan

44 Tahun Merdeka, PNG Masih Kesulitan Tarik Investasi?

JAGAPAPUA.COM - Papua Nugini atau Papua New Guinea (PNG) termasuk dalam negara dunia ketiga yang terus melakukan pembangunan untuk memajukan negara dan kesejahteraan masyarakatnya. Dukungan negara maju menjadi kebutuhan Papua Nugini guna menunjang proses pembangunan di dalam negara. Bentuk dukungan tersebut diperoleh melalui kerja sama hubungan bilateral dengan negara lain. Akan tetapi secara geografis, letak Papua Nugini kurang strategis karena cukup jauh dari negara-negara maju dan kurang memiliki daya tarik investasi yang baik.

Australia adalah negara maju yang memiliki hubungan bilateral dengan Papua Nugini. Selain letaknya yang berdekatan, minimnya negara lain yang berinvestasi di PNG membuat pemberian bantuan Australia terkonsentrasi ke PNG. Sedangkan tujuan besar PNG mempertahankan kerja sama ini adalah kepentingan pembangunan untuk realisasi Visi Papua Nugini 2050. Visi ini lahir pada tahun 2011 saat kepemimpinan Perdana Menteri Michael Somare. Sehingga kerja sama dengan pihak manapun  tetap disambut baik Papua Nugini demi mewujudkan visi PNG tersebut.

Terdapat 7 bidang yang menjadi target visi PNG 2050 yaitu (1) pengembangan sumber daya manusia, gender, dan pemberdayaan pemuda dan masyarakat; (2) penciptaan kekayaan; (3) pengembangan kelembagaan dan pemberian pelayanan; (4) hubungan internasional dan keamanan; (5) ketahanan lingkungan dan perubahan iklim; (6) pengembangan budaya, spiritual, dan komunitas; dan (7) perencanaan strategis, integrasi dan kontrol. Dengan tercapainya ketujuh visi Papua Nugini tersebut, diharapkan Papua Nugini dapat bertransformasi menjadi salah satu negara berkembang yang menjanjikan (Department of Treasury, 2011).

Poin visi yang selalu dimasukkan dalam perjanjian kerja sama bilateral Papua Nugini terlihat dalam penandatanganan MoU PNG dan Australia, perjanjian pemukiman kembali (Resettlement) regional pada tahun 2013. Perjanjian itu yang selain berisi kepentingan Australia mendirikan Pusat Penahanan (Detention Center) di Pulau Manus PNG dan memenuhi seluruh biaya operasionalnya, juga berisi kesediaan Australia memberikan bantuan dana untuk pembangunan infrastruktur di PNG.

Selain itu juga terjalin kesepahaman bersama (joint understanding) antara PNG dan Australia yang berisi dukungan Australia untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, hukum dan ketertiban dalam negeri PNG. Pemberian bantuan terkait tidak hanya dalam bentuk dana tetapi juga berupa edukasi untuk pembangunan sumber daya manusia PNG. Adanya Detention Center Australia di Pulau Manus juga memberikan keuntungan bagi penduduk asli Pulau Manus untuk bekerja dan mendapatkan upah yang cukup tinggi. Hingga kini hal ini terbukti menarik bagi penduduk PNG di luar Pulau Manus untuk juga bekerja di Detention Center, bahkan Australia memberikan tambahan biaya hidup bagi pekerja di luar Pulau Manus untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal atau menetap. Ini juga termasuk keuntungan bagi PNG dalam menggerakkan sektor ekonomi masyarakatnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery