pasang iklan

Amerika Serikat Berencana Perpanjang Embargo Terhadap Iran

JAGAPAPUA.COM - Beberapa negara Eropa dianggap memihak kepada Ayatullah terkait aktivitas pengembangan nuklir di Iran. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo menuduh sekutu Eropa "berpihak pada ayatollah" setelah mereka mengatakan AS tidak dapat memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran. Negara-negara tersebut adalah Jerman, Inggris, Prancis yang berpendapat bahwa AS tidak dapat mengembalikan sanksi PBB kepada Iran karena AS telah menarik diri dari perjanjian nuklir pada tahun 2018 lalu. Meskipun demikian, sebagai anggota tetap, AS akan dapat menggunakan hak vetonya.

Saat mengajukan komplain terhadap Iran, Pompeo mengatakan "No country but the United States has had the courage and conviction to put forward a resolution. Instead, they chose to side with the ayatollahs.”

Sebelumnya AS juga telah mengajukan tawaran kepada Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo AS terhadap Iran yang akan berakhir pada oktober mendatang. Akan tetapi, tawaran tersebut ditolak. Pompeo juga mengatakan bahwa sebuah kesalahan besar jika embargo senjata tidak diperpanjang dan AS tidak akan memberi izin kepada Iran untuk melakukan jual-beli senjata konvensional.

Sementara menurut Jonathan Marcus, seorang koresponden terkait isu pertahanan dan keamanan, memberikan tanggapan mengenai tindakan Pompeo yang menuduh sekutu Eropa berpihak kepada Iran merupakan indikasi kuat kegagalan pendekatan Presiden Trump terhadap Iran dan kebijakan luar negerinya. Sebagaimana kebijakan luar negeri bertujuan untuk melindungi kepentingan negara dan memperoleh dukungan negara-negara lain demi tercapainya tujuan negara tersebut. Dalam persoalan dengan Iran, AS telah gagal dalam setiap tindakannya.

Ia menambahkan bahwa tujuan AS untuk mewujudkan sanksi kembali kepada Iran dijalankan dengan langkah yang terkesan aneh. Pasalnya tim Trump berusaha menggunakan alat-alat perjanjian yang telah sejak lama mereka tinggalkan. Sehingga AS justru terisolasi atas tindakannya tersebut dan semakin menyudutkan posisi AS.

Meskipun demikian, AS menegaskan tidak akan berhenti melakukan embargo senjata terhadap Iran. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Presiden Trump pada 19 agustus lalu bahwa AS bermaksud memulihkan sanksi terhadap Iran yang telah ditangguhkan sebelumnya. Kelly Craft, perwakilan permanen AS mengatakan bahwa langkah ini adalah sebuah snapback dan AS tidak akan membiarkan pengembangan nuklir di Iran berlanjut hingga Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (4)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery