pasang iklan

Polisi AS Tembak Pria Berkulit Hitam, Protes Meledak Lagi

JAGAPAPUA.COM - Insiden polisi AS menembak warga berkulit hitam kembali terjadi pada minggu sore (23/8) waktu setempat di negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat. Jacob Blake adalah pria yang diidentifikasi ditembak beberapa kali oleh polisi di Kenosha tepatnya.

Hingga kini ia dikabarkan sedang mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit. Akibat insiden ini, protes masyarakat kembali meledak pada minggu malam (23/8) di markas polisi, membakar kendaraan hingga api berkobar besar dan bertekad tidak akan membubarkan diri.

Kekacauan terjadi hingga polisi menembakkan gas air mata dan memberikan peringatan untuk masyarakat menutup aktivitas bisnis karena kekhawatiran adanya perampokan atau penjarahan. Kekacauan ini terus berlangsung hingga Senin pagi karena polisi terus berupaya untuk membubarkan massa yang tidak mau mundur. Persoalan rasisme nampaknya belum juga selesai di negara demokratis ini. Terlebih saat Jacob Blake ditembak berkali-kali juga disaksikan oleh putranya yang sedang berada di dalam mobil saat kejadian. Hal ini tentu dapat menimbulkan trauma yang mendalam bagi putranya.

Gubernur Wisconsin Tony Evers mengutuk penembakan Blake, yang dilaporkan tidak bersenjata

"Meskipun kami belum memiliki semua detailnya, yang kami tahu pasti adalah bahwa dia bukanlah orang atau orang kulit hitam pertama yang ditembak atau terluka atau dibunuh tanpa ampun di tangan orang-orang dalam penegakan hukum di negara bagian kami atau negara kami. Saya telah mengatakan selama ini bahwa meskipun kami harus menawarkan empati kami, yang sama pentingnya adalah tindakan kami. Dalam beberapa hari mendatang, kami akan menuntut pejabat terpilih di negara bagian kami yang telah gagal untuk mengakui rasisme di negara bagian dan negara kami untuk terlalu lama." katanya dalam sebuah pernyataan, melansir dari BBC News, 24 agustus.

Kematian George Floyd akibat penembakan polisi yang brutal masih sangat membekas dalam ingatan masyarakat AS. Sehingga kejadian penembakan Jacob Blake tidak butuh waktu lama seketika menjadi trending menyita perhatian warga di media sosial. Bahkan hingga senin sore waktu setempat 18.000 orang telah menandatangani petisi untuk menangkap dan menghukum pelaku penembakan tersebut. Sementara itu, kondisi Jacob Blake telah stabil setelah selesai menjalani operasi. Kasus penembakan ini memicu ketegangan mengingat kondisi masyarakat AS yang masih sensitif terkait kasus rasisme yang terjadi. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (161)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery