pasang iklan

McDonald’s Digugat Atas Tuduhan Diskriminasi Rasial

JAGAPAPUA.COM - McDonald’s, perusahaan raksasa makanan cepat saji itu mendapat gugatan dari puluhan mantan pemilik franchise/waralaba berkulit hitam. Pasalnya McDonald’s dituduh telah melakukan diskriminasi rasial dengan memberikan penempatan franchise kepada mereka lokasi dinilai tidak menguntungkan dan menjadi penyebab utama kegagalan franchise tersebut. Lingkungan  franchise disebut tidak kondusif, mendapat tekanan, kejahatan sehingga terhambat untuk berkembang.

Para penggugat meminta ganti kerugian sebesar US $ 1 miliar dalam pengaduan yang diajukan. Hal ini mendapat respon yang besar mengingat McDonald’s dikenal memiliki komitmen publik terhadap keragaman dan kewirausahaan kulit hitam. Pengarahan lokasi merupakan unsur paling utama yang mempengaruhi keuntungan dan pertumbuhan franchise. McDonald’s disebut belum memberikan lokasi franchise yang strategis sebagaimana yang diberikan kepada pewaralaba berkulit putih namun dengan beban perjajian waralaba yang sama seperti terkait dengan biaya keamanan, asuransi dan target penjualan yang tinggi.

Pengacara penggugat, pewaralaba berkulit hitam mengatakan bahwa penempatan franchise dianggap dilakukan secara sistematis dan berada di bawah standar dengan merujuk pada keterangan para pemilik franchise berkulit hitam tersebut.

"Ini penempatan sistematis di lokasi di bawah standar, karena mereka Hitam. Pendapatan di McDonald's diatur oleh satu hal: lokasi." kata pengacara penggugat Jim Ferraro dalam wawancara telepon, melansir dari channelnewasia, 1 september.

Sementara pada bulan Juni, CEO baru Chris Kempczinski mengakui bahwa McDonald's memiliki agenda yang harus dilakukan untuk meningkatkan kesetaraan dan keragaman ras di dalam perusahaan, terutama setelah dua eksekutif mengajukan gugatan terhadap perusahaan karena diduga mengeluarkan manajer dan penerima waralaba Kulit Hitam.

McDonald’s telah memperbarui nilai-nilai dalam perusahaannya, terutama tentang komitmennya terhadap keragaman. Akan tetapi gugatan ini disebut telah datang ke Pengadilan federal Chicago pada lima minggu setelahnya. Chris Kempczinski, Pejabat Eksekutif Tertinggi atau CEO McDonald’s juga mengakui bahwa keragaman adalah aspek penting yang harus dijaga dalam menjalankan bisnisnya. Pria yang memperoleh gelar sarjana dari Duke University dan MBA dari Harvard Business School tersebut juga mengatakan bahwa McDonald’s juga telah menciptakan banyak jutawan dari komunitas kulit hitam meskipun masih banyak hal yang harus dilakukan.

Akan tetapi hal tersebut disanggah oleh pengacara Ferraro yang menyebut klaim itu omong kosong sama sekali, dengan mengatakan jumlah pewaralaba Black telah turun menjadi 186 dari 377 sejak 1998. Angka ini sangat jauh berbeda dengan jumlah total dijalankan oleh sekitar 1600 penerima waralaba. Persoalan ini menjadi topik hangat yang menyita perhatian publik sebagaimana isu rasisme seringkali menghangat terutama dengan beberapa peristiwa yang baru-baru ini terjadi seperti penembakan George Floyd dan Jacob Blake yang secara singkat menjadi trending topik di berbagai negara. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (1442)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery