pasang iklan

Rakyat Oposisi Marah Besar, Konflik di Belarusia Semakin Memanas

JAGAPAPUA.COM - Unjuk rasa ratusan ribu orang menolak Presiden Alexander Lukashenko ternyata berbuntut panjang. Presiden Lukashenko telah mengerahkan pasukan keamanan ke ibu kota, Minsk. Selain itu polisi di Belarus juga telah menahan dua tokoh oposisi senior yaitu Olga Kavalkova dan Sergei Dylevsky dijemput di luar Pabrik Traktor Minsk. Keduanya diketahui berkoordinasi dengan pimpinan oposisi Svetlana Tikhanovskaya yang berada di Lithuania dan terlibat konflik diplomatik dengan Belarusia.

Sementara itu duta besar Belarusia telah dipanggil oleh Kementerian Luar Negeri Lithuania pada hari senin (24/8) terkait tuduhan terhadap helikopter Belarusia yang melanggar wilayah udara Lithuania. Pasalnya, helikopter tersebut melintasi perbatasan dan meledakkan delapan balon yang berwarna merah-putih. Balon-balon itu dianggap sebagai simbol anti-negara dan provokasi yang terjadi di distrik Ashmyany. Menanggapi hal ini, muncullah aksi solidaritas dengan oposisi Belarusia pada hari minggu orang-orang membentuk rantai manusia dengan bergandeng tangan dari ibu kota Vilnius ke Perbatasan Belarusia.

Kondisi di Minsk semakin tidak stabil, karena kemarahan yang semakin besar atas terpilihnya kembali Presiden Lukashenko 9 agustus lalu. Banyak demonstran menuduh polisi melakukan aksi brutal dengan melakukan tindakan penyiksaan dan pemukulan tanpa alasan yang jelas. Seolah menunjukkan respon, Presiden Lukashenko memberikan pujian kepada pasukan keamanannya dan menghina para demonstran dengan menyebut mereka sebagai “tikus”. Kondisi ini semakin memanas ketika banyak pihak oposisi yang dikabarkan telah ditahan.

Seperti diketahui bahwa Belarusia, negara yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 9,5 juta ini berada di tengah persaingan antara Barat dan Russia. Presiden Lukashenko dianggap sebagai Europe Last Dictator atau diktator terakhir Eropa yang telah berkuasa selama 26 tahun dan menjadikan sebagian besar perekonomian berada di tangan negara.

Hari ini protes semakin meningkat dan memanas dengan adanya gerakan oposisi yang semakin masif menuntut adanya kepemimpinan baru yang demokratis dan melakukan reformasi ekonomi. Keinginan ini dapat dipahami untuk mendapatkan kemerdekaan yang lebih berpihak kepada rakyat dan kepentingan negara. Meskipun demikian, para pendukung dan loyalis Presiden Lukashenko sering menyatakan bahwa berkat kepemimpinannya bertahun-tahun selama ini telah membuat Belarusia menjadi negara yang tangguh dan stabil. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (2)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery