pasang iklan

MPR RI dan For Papua akan Fasilitasi MRP-PB Bertemu Presiden

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Delegasi Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat meminta difasilitasi oleh Ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, SE.,M.B.A dan For Papua DPD RI agar bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo.

Ketua MRP PB Maxsi Nelson Ahoren, SE melalui pertemuan bersama Ketua MPR RI dan For Papua DPD RI di ruang MPR, Senin (19/10) waktu Jakarta menyatakan bahwa aspirasi rakyat Papua di Papua Barat, pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) MRP minta agar diadakan dialog Jakarta-Papua.

Berkaitan dengan aspirasi tersebut, Ahoren menyebut telah menyampaikan keinginan rakyat Papua sehingga ia berharap ketua MPR bisa melanjutkan keinginan MRP kepada Presiden Joko Widodo.

Sementara itu, kata Ahoren, ketua MPR RI H. Bambang Soesatyo, SE.,M.B.A telah berjanji akan menyampaikan keinginan MRP kepada Presiden Joko Widodo agar dilaksanakan dialog Papua-Jakarta.

“Kami sudah merindukan pertemuan langsung dengan Presiden, namun sampai sekarang ini belum terlaksana. Oleh karena itu melalui agenda ini kami minta agar difasilitasi oleh MPR dan For Papua DPD RI agar dialog Papua-Jakarta segera dilaksanakan” ungkap Ahoren.

Sementara anggota Pokja Adat MRP-PB Ismail Watora, SH melalui kesempatan itu menyampaikan bahwa keinginan masyarakat wilayah adat di tanah Papua ialah menolak otsus dan meminta agar diadakan referendum. Bahkan menurutnya, persoalan tentang kewenangan pada Undang-undang otsus tidak berjalan dengan baik di Papua, sehingga hal itulah yang menyebabkan rakyat Papua merasa jenuh dan meminta  diadakan referendum.

Hal senda disampaikan juga oleh anggota Pokja Agama Edi Kirihio. Ia menyampaikan bahwa hak rakyat Papua tidak boleh terlantarkan karena keinginan sekelompok orang di Jakarta. Oleh karena itu melalui kesempatan ini, MRP meminta agar ditemukan solusi yang tepat terhadap penyelesaian masalah di Papua.

“Melalui kesempatan ini MPR bisa melanjutkan apa yang sudah disampaikan melalui RDP MRP dan diteruskan kepada Presiden” ujar Kirihio.

Anggota Pokja Perempuan Aleda Yoteni juga ikut bersuara Ia secara tegas menyatakan bahwa jika Jakarta tidak memperhatikan Papua sepenuhnya, secara otomatis rakyat akan minta merdeka.

Menurutnya, Jakarta memang telah memberikan kewenangan didalam UU otsus namun masih menyulitkan dalam pengurusan segala bentuk produk hukum yang menyangkut dengan Papua.

Oleh sebabnya, Aleda berharap keterwakilan anggota DPD RI asal Papua dan Papua Barat yang sudah dipercayakan rakyat Papua di Jakarta dapat memfasilitasi bertemu dengan Presiden, dan mereka dapat menyampaikan apa yang sudah menjadi keinginan rakyat Papua saat ini.

Secara terpisah melalui sambungan telepon, ketua MRP-PB Maxsi Nelson Ahoren menyampaikan bahwa keinginan rakyat Papua Barat sudah disampaikan, yang intinya ialah permintaan dialog Papua-Jakarta dengan Presiden. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (4)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery