pasang iklan

Pendeta Intan Jaya Apresiasi Pemerintah Melalui Kinerja TGPF

JAGAPAPUA.COM - Pendeta Henok Bagau, pendeta Intan Jaya yang dekat dengan pendeta Yeremias Zanambani yang tertembak pada September lalu mengapresiasi kinerja Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang melakukan penyelidikan kasus kekerasan di Intan Jaya.

Ia mengatakan bahwa TGPF benar-benar bekerja secara independen, tidak memihak kepada pihak tertentu serta mengutamakan hati nurani dan fakta yang ditemukan.

“Ini merupakan satu terobosan dalam sejarah masyarakat Papua, kami melihat bahwa tim yang dibentuk benar-benar independen, tidak berpihak pada siapapun dan sungguh-sungguh mengikuti hati nurani dan fakta yang ada,” ucap pendeta Henok Bagau, dilansir dari Antara (20/10).

Ia juga mengaku bahwa saat berada dalam tim investigasi, ia dapat bekerja sama baik dengan anggota TGPF baik dari unsur TNI, Polri dan BIN dapat bersuara secara leluasa. Menurutnya, langkah pemerintah dengan membentuk TGPF yang melibatkan berbagai unsur adalah langkah yang tepat karena mengedepankan pendekatan kemanusiaan dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat Papua kepada pemerintah.

Selain itu, seorang tokoh pemuda Papua yang juga menjadi bagian dari TGPF, Victor Abraham Abaidata mengucapkan terima kasih kepada Pesiden Joko Widodo atas upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani kasus kekerasan di Intan Jaya. Ia mengatakan pembentukan TGPF dinilai tepat untuk memperbaiki situasi Papua secara konstruktif. Ia meyakini bahwa rakyat Papua juga dapat hidup damai di bawah perlindungan dan pengamanan TNI.

TGPF yang terdiri dari berbagai unsur terutama TNI dan Polri membuktikan bahwa unsur TNI dan Polri juga dapat terbuka dan berbaur dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Intan Jaya. Hal ini dapat membantu menumbuhkan kepercayaan dan membangun persepsi masyarakat terhadap TNI dan Polri untuk dapat hidup secara damai dan harmonis sekaligus menjadi hal baik untuk membangun Papua ke depan.

Selain itu, langkah pemerintah yang mengungkap fakta kekerasan di Intan jaya melalui pendekatan dialog dan kemanusiaan merupakan capaian tersendiri dalam bidang Hak Asasi Manusia (HAM) yang notabene menjadi catatan dalam sejarah Indonesia. Hal ini juga menjadi langkah strategis yang dapat  meningkatkan kepercayaan dan bahkan dukungan negara-negara lain terhadap Indonesia. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery