pasang iklan

Benny Wenda: Gereja-Gereja Mendukung Pemerintahan Sementara

JAGAPAPUA.COM -  Pada hari peringatan HAM sedunia, Benny Wenda yang mengklaim diri sebagai Presiden Sementara West Papua mengeluarkan beberapa pernyataan. Ia meminta agar pemerintah Indonesia menarik setiap pasukan dari Nduga, Intan Jaya, Ilaga dan seluruh West Papua.

"Hari ini [10 Desember], diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia PBB, saya menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk menarik setiap pasukan dari Nduga, Intan Jaya, Ilaga dan seluruh West Papua. Operasi pembersihan baru baru saja diluncurkan di desa dan dataran tinggi Intan Jaya, di mana pertumpahan darah disembunyikan, dan 16 orang telah ditangkap pada demonstrasi damai di Nabire." Ungkapnya sebagaimana di release pada akun FB The ULMWP Department of Political Affairs.

Menurut Wenda, meski dunia memperingati hari HAM sedunia, namun ia menganggap Pemerintah Indonesia menyambut hari hak asasi manusia dengan kekerasan dan perang.

"Gubernur Papua bahkan mengeluarkan laporan hari ini yang menggambarkan Intan Jaya sebagai ‘zona konflik bersenjata’ yang dibanjiri oleh anggota militer Indonesia (TNI). Kunjungan PBB ke West Papua, yang diminta oleh 82 negara internasional, menjadi lebih mendesak dari sebelumnya." Tambahnya.

"Dewan Gereja West Papua [WCC], yang terdiri dari empat denominasi gereja terbesar di West Papua, telah mengeluarkan surat kepada Presiden Widodo. Gereja-gereja mendukung Pembentukan Pemerintahan Sementara [Provisional Government], dan menyerukan kepada Joko Widodo untuk melakukan negosiasi dengan saya untuk membangun proses referendum yang adil dan demokratis. Saya berharap Widodo mendengarkan suara kemanusiaan para pemimpin gereja." kata Wenda. 

Wenda lagi-lagi meminta Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia agar diizinkan masuk ke West Papua. Menurutnya hal itu sejalan dengan misinya sebagaimana pernyataan keprihatinan kantor PBB yang turut prihatin atas pelanggaran hak asasi manusia di West Papua minggu lalu.

"Kepada rakyat West Papua, saya menyerukan kepada semua orang untuk bersatu dalam satu semangat di balik Pemerintahan Sementara ULMWP. Dunia tidak bisa lagi melihat kami sebagai kelompok LSM, tetapi harus tahu kami serius dan siap untuk mengambil alih negara kami. Media pemerintah Indonesia terus mencoba untuk memecah belah kita dengan propaganda – sebab mereka tahu betapa pentingnya persatuan kita. Persatuan kita adalah kekuatan kita. Kami semua berjuang untuk mengakhiri kekuasaan Indonesia dan penjajah menguasai tanah kami. Bersama-sama, kita bisa mencapainya." Seru wenda mengakhiri releasenya.*

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery