pasang iklan

Sekjen Kampak Papua Kritik Korupsi di Biak, Puji Kejari

JAGAPAPUA.COM - Sekjen LSM Kampak Papua kembali bersuara terkait dugaan korupsi di tanah Papua. Kali ini, ia mengkritik soal dana BOS di Kabupaten Biak Numfor. Menurutnya, dana BOS sejumlah Rp.8 Milyar tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum pejabat pemerintah.

Hal itu ia sampaikan dalam akun Facebooknya @Johan Manbri Rumkorem. Berikut ungkapan Johan yang ditulisnya pada 5 Januari 2021.

"Dana Bos untuk Kab. Biak numfor tahun anggaran 2020 senilai Rp 8 milyar. Terindikasi dana bos disalahgunakan. Keuangan daerah juga tidak tertib, tidak efektif dan tidak transparan. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Pemda sudah menurun, pembangunan macet, Visi Misinya melenceng, APBD makin terbebani, diibaratkan APBD seperti perahu yang menghadapi gelombang besar di laut.

Kinerja ASN pun menurun, tidak efektif, kebanyakan orientasi ke Politik, tidak memposisikan diri sebagai pelayan publik, malah seperti pengusaha atau penguasa, apalgi DPRD periode sekarang tidak bekerja sesuai UU 23. DPRD saat ini tidak memposisikan diri sebagai wakil rakyat tetapi memposisikan diri sebagai wakil Pemerintah. Hanya segelintir anggota DPRD yg masih memperjuangkan aspirasi rakyat.

 kebanyakan DPRD menyetujui kebijakan-kebijakan yang pro pada penguasa/pemda dari pada pro pda rakyat.

Kita tidak akan maju sampai kapan pun, kalau sistem Pemerintah daerah tidak terbuka ke publik! Tak terlepas dari penyelenggara, Yudikatif juga mandek, hanya Kejaksaan Negeri Biak yang masih dipercaya oleh masyarakat sebagai maestro keadilan di negri para Manbri.

Pada tahun 2020, Kejaksaan Negri Biak telah menyelesaikan produk hukumnya sebanyak 5 kasus, diantaranya PU dan KPU supiori, Guru kontrak, KPU Biak serta Dana Hibah. Sedangkan Polres Biak sampai saat ini belum ada produk hukumnya, Dana prospek dan Peternakan saja diSP3kan, laporan pihak ketiga yang disampaikan ke pihak tipikor Polres Biak juga mandek, padahal diduga merugikan kerugian Negara senilai Rp 9 milyar, namun sampai saat ini belum diselidiki juga. Sudah 1 tahun lebih.

Kami apresiasi sekali kinerja Kejaksaan Negeri Biak yang benar-benar memiliki hati untuk membangun Tanah Papua.

Memang Kepala Kejaksaan Negeri Biak Erwin Saragih, SH.,MH adalah putra terbaik Indonesia. Ia dari suku batak yang dilahirkan di tanah Injil Kota Manokwari yang kini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negri Biak yang membantu negara untuk menegakkan keadilan di Tanah Papua.

Masyarakat butuh penegakkan hukum seperti Kejari Biak, bukan datang ke Papua untuk memeras. Bukan datang ke Papua untuk mengunakan laporan masyarakat sebagai proyek semata. Stop memperkaya diri di Tanah Papua dengan menggunakan jubah institusi untuk memeras masyarakat tak bersuara.

Siapa yg bekerja di Tanah Papua dengan jujur, dia akan hidup, tetapi siapa yg bekerja tidak jujur, dia tidak akan mendapatkan berkat selama-lamanya."

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery