pasang iklan

Pasca Demo di Kantor Gubernur, Daud Yelimolo Dikeroyok

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COMPasca demonstrasi pemuda dan mahasiswa Sorong Selatan di Kantor Gubernur Papua Barat pada Rabu (17/2) siang, pada malam harinya Daud Yelimolo selaku penanggung jawab demonstrasi bersama ketua Dewan Adat Papua (DAP) wilayah Sorong Selatan, George R. Konjol menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok oknum pemuda.

Pengeroyokan berlangsung di Asrama Sorong Selatan di Amban, Kabupaten Manokwari, pada Rabu (17/2) malam. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian wajahnya. Pasca mengalami insiden tersebut, Ketua DAP wilayah Sorong Selatan bersama empat rekannya mendatangi Sentra Kepolisian Pelayanan Terpadu (SPKT) Polres Manokwari pada Rabu malam (17/2) sekitar pukul 23.30 WIT untuk membuat laporan kepada polisi.

Pengaduan kepada polisi dengan nomor LP/97/II/PapuaBarat/Res Manokwari tentang dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh terlapor Erik Sesa Cs kepada George R. Konjol bersama keempat rekannya, termasuk Timotius Daud Yelimolo, Abinadab dan Nomensen.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari korban yaitu Ketua DAP Sorong Selatan, George R. Konjol bahwa mereka dikeroyok oleh sekitar 10 hingga 20 orang.

“Pas kita di dalam (asrama), lalu mereka datang. Jadi awalnya kita pikir mau bicara baik-baik namun saya  dan beberapa teman dikeroyok oleh 10 hingga 20 orang” jelas Konjol. 

Menurut Konjol, terduga pelaku tersebut menggunakan benda seperti batu, besi dan parang untuk memukul para korban. Bahkan Konjol sendiri dipukul dengan besi dari otak belakang. Untuk menghindari aksi pengeroyokan tersebut, korban lalu melarikan diri ke kantor polisi untuk mengamankan diri serta menunjukan sejumlah luka lebam dan memar ditubuhnya sebagai bukti pengeroyokan.

Lebih lanjut George Konjol menduga bahwa pengeroyokan itu dilakukan karena demonstrasi damai yang digelar oleh mahasiswa di Kantor Gubernur Provinsi Papua Barat yang mengkritik Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) atas pelayanan pemerintah terkait dengan pembangunan infrastruktur jalan di daerah Sorong Selatan.

“Sebagai tokoh masyarakat, saya merasa peduli atas aspirasi yang disuarakan oleh adik-adik mahasiswa sehingga kami hadir bersama mereka untuk aksi demo,” jelas korban.

Konjol mengaku sangat menyayangkan pengeroyokan yang dilakukan oleh saudara- saudara Binasket. Menurutnya, seharusnya segala sesuatu dapat dibicarakan dan tidak bertindak main hakim sendiri. Konjol mengatakan demonstrasi damai merupakan bagian dari demokrasi dalam menyuarakan aspirasi rakyat.

Sementara itu, Panglima Parlemen Jalanan di Manokwari Papua Barat, Ronald Mambieuw menyesalkan insiden pengeroyokan terhadap korban Daud Yelimolo dan rekan-rekannya. Menurut Ronald Mambieuw, semua oknum yang melakukan pengeroyokan harus diusut hingga tuntas agar para pihak yang terlibat dapat mempertanggung-jawabkan perbuatan tersebut ke hadapan hukum. Bahkan apabila para pelaku bertindak atas perintah pihak manapun dan dapat dibuktikan, maka pihak tersebut harus juga harus berhadapan dengan hukum yang berlaku.

“Mereka yang datang demo ke pemerintah karena ada masalah yang terjadi ditengah masyarakat, lalu kenapa harus menggunakan kekerasan dengan jabatan untuk memukul begitu” tegas Mambieuw. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery