pasang iklan

OJK Papua-Papua Barat Terima 45 Aduan Warga Soal Pinjol Ilegal

JAYAPURA, JAGAPAPUA.COM - Sepanjang tahun 2021 ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Papua-Papua Barat menerima sebanyak 45 aduan dari masyarakat terkait kasus pinjaman online (Pinjol) ilegal. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Perwakilan OJK Provinsi Papua-Papua Barat, Adolf Tunggul Simanjuntak di Jayapura.

"Tahun 2021 ini kami menerima 45 aduan dari masyarakat soal pinjol ilegal di Papua-Papua Barat," katanya kepada media, Selasa (19/10).

Simanjuntak juga menyampaikan bahwa berdasarkan data OJK per-Oktober 2021, terdaftar 107 perusahaan Pinjol legal. Menurutnya, secara umum aduan masyarakat terkait dengan tingginya biaya bunga dan cara penagihan yang tidak rasional. Selain itu, pelaku pinjol ilegal juga menggunakan modus penggunaan data pihak lain.

Ia menjelaskan per-15 Oktober 2021, terdata aktivitas dari 107 Pinjol yang tersebar di Provinsi Papua per Agustus 2021, terdapat 29.449 entitas penerima pinjaman dari pinjol dengan jumlah penyaluran mencapai Rp26,58 miliar. Provinsi Papua Barat terdapat 12.698 entitas penerima pinjaman dari Pinjol dengan jumlah penyaluran senilai Rp11,68 miliar.

Lebih lanjut, Simanjuntak berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap modus pinjol ilegal yang marak di tengah masyarakat. Ia mengimbau agar masyarakat tidak terjerat pinjol ilegal dapat memeriksa website OJK atau call ke OJK agar lebih aman dan menghindari kerugian. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery