pasang iklan

Filep Edukasi Mahasiswa STIH Tak Terprovokasi Isu Soal Vaksinasi

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Beredarnya kabar warga meninggal dunia diduga akibat suntik vaksin Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir mengakibatkan gangguan keamanan di sejumlah daerah di Papua Barat. Persoalan yang terjadi di Kaimana hingga Manokwari Selatan ini perlu menjadi perhatian bagi banyak pihak.

Menanggapi situasi ini, Ketua STIH Manokwari Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum mengajak sekaligus mengedukasi kepada seluruh mahasiswa STIH kelas Momi Waren, di kabupaten Manokwari Selatan Papua Barat untuk tidak terprovokasi dalam menanggapi setiap masalah sosial yang timbul dan akhirnya menyebabkan kamtibmas di daerah terganggu. 

Ia menekankan, persoalan ini patut menjadi perhatian bagi mahasiswa STIH Manokwari baik di Manokwari, kelas Prafi dan kelas Momi Waren. Filep menyampaikan bahwa seorang intelektual harus lebih teliti dan kritis dalam menanggapi kabar hingga mendapat informasi yang akurat dengan pembuktian yang nyata sebelum bertindak.

Terlebih, hal ini sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa diharapkan turut memberikan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat.

"Jadi yang namanya program pemerintah kami wajib mendukungnya,  sebab apa yang dibuat pemerintah untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat dalam suatu daerah. Terutama kabupaten Mansel ini masih baru dan membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk mahasiswa untuk sama-sama membangun," ungkap Filep Wamafma dalam sambutannya pada perayaan Natal kampus STIH Manokwari kelas Momi Waren, Sabtu (18/12) sore, di Mansel.

Lebih lanjut, Filep berpesan agar ketika pemeriksaan masyarakat terbukt sehat maka dapat bersedia untuk divaksin covid-19. Sebaliknya apabila hasil pemeriksaan kondisi kesehatan tidak mendukung, maka tidak diizinkan untuk divaksin.

“Artinya bahwa kalau masyarakat merasa sehat datang sendiri divaksin, sebab hak mendapat dan menerima vaksin dijamin oleh Undang-undang. Maka hal ini penting bagi mahasiswa hukum untuk memberikan edukasi kepada masyarakat secara khusus di kabupaten Manokwari Selatan,” sambungnya.

Sebelumnya pada Jumat,  17 Desember 2021, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan bahwa Covid-19 sangat berbahaya bagi kesehatan setiap umat. Sehingga ketika masyarakat merasa sehat dan bersedia divaksin, maka dipersilahkan mendatangi tempat vaksinasi Covid-19 terdekat.

Sebaliknya, tegas Dominggus Mandacan bahwa ketika masyarakat merasa kesehatan terganggu, maka tidak perlu divaksin. Pemerintah tidak memaksa masyarakat divaksin Covid-19, namun pemerintah melaksanakan program vaksinasi sebagai bentuk perhatian pemerintah untuk mencegah wabah virus corona.

"Jadi kalau kita merasa sehat dan bisa divaksin, maka dipersilahkan. Sebaliknya kalau kita rasa kesehatan terganggu, maka silahkan memeriksa kesehatan lengkap, sebab pemerintah tidak memaksa masyarakat untuk di vaksin," jelas Gubernur. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (153)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery