pasang iklan

Satgas Nemangkawi Masih Beroperasi Hingga 25 Januari 2022

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Masa operasi tahap II Satgas Nemangkawi di Papua diketahui telah selesai pada 31 Desember 2021 lalu. Selanjutnya, Polri memperpanjang masa operasi Satgas Nemangkawi diperpanjang hingga 25 Januari 2022. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan.

"Rencana diperpanjang sampai tanggal 25 Januari 2022, hari ini surat perintah (Sprint) turun," kata Brigjen Ahmad Ramadhan kepada awak media di Jakarta pada Senin (3/1/2022).

Menurut Ramadhan, perpanjangan masa operasi ini berdasarkan pada hasil analisa dan evaluasi oleh Polri bersama dengan TNI sebelum masa operasi tahap II berakhir pada Desember 2021. Ia mengatakan, masa 25 hari perpanjangan akan menjadi masa persiapan Kepolisian untuk melanjutkan operasi kewilayahan di bawah komando Polda Papua.

"Nantinya Operasi Nemangkawi itu jadi operasi kewilayahan di bawah komando Polda Papua," Sambungnya.

Sebelumnya, Karopenmas Divisi Humas Polri Irjen Rusdi Hartono menyampaikan evaluasi dan analisis masa tugas Satgas Nemangkawi selama 2021 dilakukan pada Januari 2022. Menurutnya, hasil Anev akan disampaikan kepada publik pada awal Januari 2022.

Satgas Nemangkawi merupakan tim gabungan yang terdiri dari personel TNI dan Polri. Satgas ini bertugas memburu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Papua. Baku tembak antara Satgas Nemangkawi dan anggota KKB kerap kali terjadi di daerah-daerah rawan konflik bersenjata di Papua.

OPM Tantang Perang TNI

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau sering kali disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) mengklaim telah mengibarkan bendera Bintang Kejora di Intan Jaya, Papua.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Minggu (2/1/2022), TPNPB-OPM Intan Jaya pimpinan Undius Kogeya melaporkan telah mengibarkan 3 bendera di 3 lokasi disertai tembakan pada momentum pergantian tahun 2022.

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengatakan, pengibaran bendera dan tembakan peringatan tersebut merupakan tanda bahwa pihaknya siap melanjutkan perang. Sebby menambahkan, pengibaran bendera tersebut dipimpin oleh Ruben kobogau, Oni Kobogau, Enos Tipagau, Abeni Kobogau dan Undius Kogoya komandan operasi Intan Jaya.

"Pasukan TPNPB di bawah Komando Komandan Operasi Undius Kogeya telah kibarkan bendera bintang Fajar di tiga lokasi di Kabupaten Intan Jaya. Hal ini telah dilakukan pada 31 January 2021 tepat pukul 24.55 sampai pukul 10.30 waktu Papua. Berlanjut tanggal 1 Januari 2022 dan tembakan peringatan telah dikeluarkan dengan tujuan mengundang TNI Polri bahwa siap lanjut perang di tahun 2022," kata Sebby.

Lebih lanjut, dalam laporannya, Undius Kogeya mengatakan pihaknya siap melawan dan tidak akan takut menghadapi pasukan TNI-Polri. Ia menyebut kelompoknya masih memiliki hukum Perang secara adat yang dijadikan sebagai dasar hukum menjalankan perang. Ia menyampaikan dua hal yang akan dilakukan pada 2022.

Pertama, di tahun 2022, ia dan pasukannya memperluas daerah operasi perang TPNPB dan meminta kodap-kodap lain dari 34 kodap Sorong sampai Merauke menyesuaikan. Kedua, pasukan TPNPB dari Ilaga yang berkoalisi dengan Kodap Intan Jaya dengan pasukan Undius Kogoya memperluas daerah operasi TPNPB di wilayah Intan Jaya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery