pasang iklan

Ini Klarifikasi Isak Wetipo Soal Berita Hoax Media “ANTARAPAPUA”

Kepada Yth,
Pimpinan Redaksi Media cetak, Media Elektronik dan Online serta Rekan- rekan Aktivis dan Masyarakat Papua.

Dengan Hormat ;

Saya yang bertandatangan dibawah ini

Nama : Isak Wetipo

Dengan ini saya menyatakan kepada semua pihak

terlebih khusus kepada korban-korban saudara-saudari saya di tempat Operasi Militer di Nduga maupun di puncak jaya.

Adapun isu yang beredar dan viral yang dibahas di berbagai sosial media, saya selaku pribadi Isak Wetipo tidak pernah di wawancarai oleh Media ANTARAPAPUA.

Bahwa saya tidak pernah menyebut atau membantah tentang korban-korban Operasi militer maupun data tapol Papua yang mana Sdri Veronica Koman menyerahkan kepada pemerintah pusat.

Bahwa berita AntaraPapua telah melakukan pembohongan publik dan hoax memberikan informasi yang tidak profesional. Hal ini adalah media Antara Papua melakukan pembunuhan karakter terhadap diri saya.

Bahwa Saya tegaskan tidak pernah membantah saudara Veronica Koman perihal 57 tahanan politik Papua.
Mohon kepada media ANTARAPAPUA untuk segera meminta maaf kepada publik maupun kepada pribadi saya.

Bahwa saya tidak pernah membicarakan tentang kasus ini dengan membawa lembaga atau ormas “Pemuda Adat Papua.”

Menegaskan bahwa foto dan diri saya beredar di Medsos terkait sebagai Sekjen Pemuda Adat Papua adalah tidak benar dan hoax.

Adapun hal-hal tuntukan saya kepada media AntaraPapua adalah sebagai berikut:

1. Media ANTARAPAPUA segera 1 X 24 jam mengklarifikasi dan meminta maaf terhitung dari tanggal 17 Februari 2020 atas pencantuman nama say.

2. Media ANTARAPAPUA segera meminta maaf atas berita hoax yang mencantumkan foto saya sebab meresahkan publik Papua.

3. Meminta kepada pihak Media AntaraPapua yang menyebarkan berita tersebut untuk bertaubat dan tidak lagi menyebarkan berita bohong tersebut supaya tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Demikian surat pernyataan ini saya buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Apabila dikemudian hari terjadi kembali dan ketahuan sumber berita tersebut, maka saya akan mengambil langkah hukum untuk menyelesaikannya.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Hormat saya,
Papua 17 February 2020

 

Share This Article

Related Articles

Comments (1278)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery