pasang iklan

Tak Ada Pustu, 4 Ibu Hamil Tewas di Seram Barat Maluku

MALUKU, JAGAPAPUA.COM - Empat orang ibu hamil dilaporkan meninggal dunia karena tidak mendapatkan penanganan segera akibat tidak adanya Puskesmas Pembantu (Pustu) di daerahnya. Keempat ibu hamil yang meninggal tersebut berasal dari keluarga miskin yang tinggal di pegunungan Desa Neniari, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.

Warga Desa Neniari harus menempuh jarak yang cukup jauh yaitu sekitar 10 km untuk mencapai puskesmas induk di Kecamatan Taniwel. Selain itu, medan yang ditempuh cukup sulit dikarenakan harus melewati kaki gunung hingga hutan belantara. Hal ini diketahui berdasarkan keterangan salah seorang warga setempat, Jodis Rumahsoal.

“Kira-kira sekitar 10 kilo warga berjalan kaki turun gunung melewati hutan belantara sambil pikul ibu hamil, baru sampai di puskesmas induk di Kecamatan Taniwel,” ujar Jodis Rumasol saat dihubungi pada Sabtu (20/2) malam, dilansir dari liputanmaluku (21/2)

Jodis mengatakan keempat ibu hamil tersebut adalah Dina Lemosol, Ona Rahel Lemosol, Kerina Rumahsoal, dan Susana Rumahsoal. Menurut Jodis, mereka meninggal dikarenakan terlambat mendapat pertolongan medis saat di rumah maupun saat perjalanan menuju puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Kota Piru.

Lebih lanjut Jodis menuturkan bahwa warga sudah seringkali menyampaikan keluhan terkait peristiwa kematian ibu hamil akibat tidak segera mendapat pertolongan kepada Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat. Bahkan warga sudah memohon kepada Bupati Yasin Payapo untuk adanya tenaga kesehatan di wilayahnya agar menghindari peristiwa kematian yang sama. Akan tetapi keluhan dan permohonan tersebut tidak ditanggapi oleh Pemkab Seram Bagian Barat.

“Berulangkali kami sampaikan permintaan tenaga kesehatan di sana, karena selama ini warga masih mengandalkan Dukun kampung untuk melayani orang hamil, beruntung kalau selamat kalau tidak, ya meninggal. Kalau hitung-hitung ibu hamil sudah banyak tewas gara-gara pelayanan kesehatan di sana tak ada,” ujar Jodis yang juga merupakan anggota DPRD termuda di Seram Bagian Barat ini.

Menurut Jodis, warga Desa Neniari, Kecamatan Taniwel, Seram Bagian Barat masih terisolir dari sektor Kesehatan, Pendidikan dan Telekomunikasi. Sebanyak 113 Kepala Keluarga (KK), dan 666 penduduk miskin meminta perhatian pemerintah daerah setempat terlebih atas kasus kematian yang telah banyak terjadi. Terdapat 6 desa yang penduduknya merupakan warga miskin di pegunungan Taniwel Seram Bagian Barat. Keenam desa tersebut antara lain Desa Neniari, Desa Rumahsoal, Desa Riring, Desa Lohia, Desa Sapalewa, dan Desa Buria.

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery