pasang iklan

90 % Lulusan Adalah OAP, Filep: Ini Kontribusi STIH untuk Papua

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari Papua Barat mencetak 207 Sarjana Hukum sebagai bentuk eksistensi dalam pembangunan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di tanah Papua, khususnya di kabupaten Manokwari.

Tepat pada tanggal 16 Desember 2021 ini, STIH Manokwari mencetak 207 sarjana hukum dengan 90 persen diantaranya adalah putra/putri asli Papua. Lulusan STIH ini diharapkan dapat membantu pemerintah dan masyarakat untuk membangun Manokwari lebih baik ke depan.

Ketua STIH Manokwari Dr. Filep Wamafma, SH., M.Hum mengatakan bahwa STIH telah mencetak sarjana hukum yang tersebar di tanah Papua sejak 1975 silam. Untuk itu, Filep mengatakan bahwa inilah bentuk konsistensi STIH Manokwari sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang sangat berpengaruh di tanah Papua.

Dalam sejarahnya STIH Manokwari terkendala kualifikasi dosen yang diharuskan S2, sebab saat itu masih terbatas dan memiliki dosen berjenjang S1. Namun dengan berkembangnya STIH Manokwari, kualifikasi dosen telah digenjot menjadi dosen berjenjang S2.

Dalam kesempatan itu, Filep mengatakan, mahasiswa yang studi di perguruan tinggi swasta khususnya di STIH Manokwari mayoritas orangtua bekekrja sebagai nelayan, petani, buruh dan lainnya. Sedikit dari orangtua mahasiswa berprofesi sebagai PNS, TNI maupun Polri.

Kini STIH Manokwari memiliki tiga doktor dan sekarang ini 3 orang lagi sedang mengejar gelar doktor. Sedangkan yang lainnya sudah memiliki gelar S2. Dengan demikian, mutu dan kualitas SDM dosen STIH sudah sangat jauh dari rata-rata.

Lebih lanjut, Filep menjelaskan bahwa meskipun persaingan perguruan tinggi swasta cukup tinggi, namun minat calon mahasiswa masuk ke STIH Manokwari meningkat dalam 5 tahun berjalan. Artinya menurut publik STIH masih terbaik dan terbantu peran dari alumni STIH yang mendorong calon mahasiswa masuk ke STIH.

Terkait dengan wisudawan saat ini, kata Filep, lulusan ini sangat tepat waktu dengan 207 orang sesuai kalender akademik. Dia mengutarakan bahwa mahasiswa yang cuti keluar 30 persen, pindah tidak ada, yang mengundurkan diri 60 persen.

“Jadi untuk mengembangkan kemampuan dosen mengajar, maka kita kembangkan profesi dosen dengan memiliki advokat 9 orang, dan bersertifikasi nasional, legal auditor 2 orang, legal drafting 5 orang. Artinya kita punya dosen yang berlisensi dengan profesi di luar dosen sudah memiliki sertifikat nasional,” jelas Filep.

Ia juga menyampaikan banyak terima kasih atas kontribusi orangtua kepada STIH Manokwari. Sehingga sampai sekarang ini STIH masih stabil dalam finansial untuk pengembangan ilmu hukum di kabupaten Manokwari.

Dalam kesempatan yang sama, Filep mengutarakan pengucapan syukur dengan memberikan perpuluhan kepada Tuhan, sehingga STIH Manokwari terus eksis untuk mencetak sarjana hukum yang berkualitas. Di sisi lain STIH Manokwari juga sudah berkontribusi untuk tanah Papua, baik untuk berdirinya provinsi Papua Barat hingga kontribusi untuk menyusun draf Otsus.

Selaku ketua STIH Manokwari, ia mengajak dan meminta kepada mahasiswa untuk tidak perlu melakukan demonstrasi yang tidak wajar, terkecuali untuk kepentingan banyak orang dan berkontribusi untuk kemajuan daerah. Ia mengimbau mahasiswa untuk memahami dan memperhatikan hal ini.

Diketahui turut hadir dalam acara wisuda STIH Manokwari, yakni Kepala LLDIKTI wilayah XIV Papua dan Papua Barat, Dr. Suriel Mofu. Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo, Asisten II Setda Provinsi Papua Barat Robert Rumbekwan, SH, orangtua wisudawan/I, dosen STIH, civitas akademik STIH, dan tamu undangan lainnya. (WRP/Humas)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery