pasang iklan

Kepala Lapas Manokwari: Napi yang Kabur Sudah Ditemui Keluarga

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Kepala Lapas Manokwari, Yulius Paath membenarkan kejadian seorang napi yang melarikan diri beberapa waktu lalu. Yulius mengatakan, pihak keluarga napi yakni Frederik Saiduy bersama dengan Kapolres Manokwari, anggota DPR kabupaten Manokwari Norman Tambunan telah menemui napi berinisial BW yang terbukti masih hidup dan dalam kondisi sehat.

“Kami sudah mempertemukan keluarga napi Frederik Saiduy, Bapak Kapolres Manokwari, anggota DPR kabupaten Manokwari Norman Tambunan. Kami dari lapas sudah jelaskan baik-baik dan keluarga sudah mengerti, sebelumnya keluarga berpikir napi tersebut sudah tewas,” ujar Yulius, Kamis (12/8)

Yulius Paath mengatakan kejadian tersebut diketahui saat Kepala Keamanan Lapas Manokwari melaporkan kepada Kepala Lapas terkait kaburnya satu napi. Menurutnya, napi berinisial BW terkait dengan 3 kasus dan lama hukuman masing-masing  2 tahun 7 bulan, 1 tahun 6 bulan dan terakhir 2 tahun 5 bulan.

“BW ini pernah melarikan diri sebanyak dua kali dengan kasus yang pertama dan kasus yang ketiga, ia melarikan diri pada tanggal 8 Desember 2019,” ujarnya.

Terkait dengan proses penangkapan BW, Yulius menuturkan, setelah pihak lapas mendengar napi berada di depan Toko Teguh, petugas segera bergerak melakukan penangkapan. Saat penangkapan, petugas Lapas Manokwari membawa senjata sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 tahun 1995 pasal 48 bahwa dalam menjalankan tugas, petugas harus dilengkapi dengan senjata api.

“Dalam penangkapan tersebut, anggota lapas sempat melakukan tembakan peringatan pertama buat tersangka, namun tersangka masih melakukan perlawanan. Petugas lapas melakukan tembakan di bagian kaki tersangka, namun peluru yang digunakan bukan peluru tajam, hanya peluru karet yang mengenai kaki tersangka hingga lecet,” jelasnya.

Menurut Yulius, BW berstatus narapidana atas kasus penganiayaan dan pembakaran Hawai Bakery. Ia menjelaskan, modus yang digunakan BW saat melarikan diri dari penjara dahulu adalah dengan meminta izin kepada petugas untuk menjenguk keluarga yang sakit yakni anak ataupun orang tua.

“Diberikan izin secara formil namun tersangka tidak kembali. Karena waktu tersangka melarikan diri pada tanggal 8 Desember 2019, saya sebagai Kalapas Manokwari belum bertugas,” tutupnya. (Rolly)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery