pasang iklan

Jalan Trans Papua Barat ke Windesi Butuh Perhatian Pemerintah

WINDESI, JAGAPAPUA.COM - Senator Papua Barat Filep Wamafma mencoba mengunjungi Distrik Windesi, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Filep mencoba tantangan jalan darat Trans Papua Barat dari kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan menuju jalan Windesi, kabupaten Teluk Wondama. Akses jalan trans Papua Barat ini menghubungkan Teluk Wondama, Kaimana, dan Nabire Papua.

Filep menjelaskan, seharusnya ia dan tim dapat sampai ke Windesi, namun dikarenakan akses jalan yang rusak karena kondisi jalan di salah satu kampung terhambat lumpur panjang yang tidak bisa dilewati. Bahkan nampak dua unit truk perusahaan tertanam di dalam lumpur, sehingga Filep bersama tim terpaksa kembali dan tidak melanjutkan perjalanan.

Kondisi jalan itu menyebabkan salah satu unit mobil double gardan dari Nabire ke Manokwari yang hendak kembali, memilih tidak melanjutkan perjalanan ke Nabire pada Selasa (10/8) malam.

Imam, salah seorang pengendara mobil double gardan yang berkesempatan berbincang dengan Filep Wamafma mengutarakan bahwa masih banyak jalan yang rusak dan penuh risiko di jalan trans Papua dan Papua Barat.

“Saya sarankan agar ada perhatian serius lagi oleh Presiden untuk akses jalan dan jembatan di Trans Papua dan Papua Barat lebih tepatnya dari Nabire, Teluk Wondama dan Manokwari. Namun kami bangga karena lewat Presiden Joko Widodo akses jalan dari Nabire sudah bisa dilalui dengan mobil gardan, meskipun semua jalan belum diaspal,” ungkap Imam saat berjumpa dengan senator DPD RI di tengah hutan Windesi.

Mendengar aspirasi sopir tersbut, Senator Filep menyampaikan bahwa perjalanan dari Nabire ke Manokwari harus ditempuh dalam 24 jam dengan resiko tinggi. Meskipun demikian, ia berharap di masa kepempimpinan Presiden Joko Widodo dan kementerian terkait dapat segera melihat langsung kondisi akses jalan Trans Papua dan Papua Barat.

“Terima kasih mas Imam sudah berbincang-bincang, kami-pun harus kembali ke Manokwari karena jalan yang sudah rusak dan membuat kita tidak melanjutkan perjalanan ke Windesi,” ungkap Wamafma. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery