pasang iklan

LPP Kutuk Keras Pernyataan Oknum Tokoh Adat Soal Plt Gubernur

JAGAPAPUA.COM - Munculnya desakan kepada pemerintah pusat untuk segera menunjuk Plt Gubernur Papua menuai reaksi keras dari sejumlah kalangan. Lintas Pemuda Papua (LPP) mengutuk keras pernyataan oknum tokoh adat yang meminta penunjukan Plt Gubernur Papua Lukas Enembe dengan alasan kondisi kesehatannya.

“Kami mengutuk dengan keras terhadap pernyataan oknum yang mengaku tokoh masyarakat adat atau kepala suku yang mana meminta Pemerintah Pusat untuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Papua dengan alasan kesehatan bapak Gubernur saat ini,” ujar Ketua Lintas Pemuda Papua Astri Gombo, Selasa (11/1/2022).

Astri menilai pernyataan tersebut sangat provokatif, keliru dan tidak sesuai fakta yang ada. Menurutnya, kondisi bapak Gubernur baik-baik saja dan mampu menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebaga kepala Pemerintahan Provinsi Papua saat ini.

Lebih lanjut, mewakili LPP, Astri meminta oknum tokoh adat ataupun kepala suku tersebut segera menarik kembali pernyataannya dan menyampaikan permohonan maaf di media massa. Menurutnya pernyataan ini dapat mengancam keutuhan dan kenyamanan masyarakat Papua dan Gubernur Lukas Enembe yang sedang dalam tahap penyembuhan.

“Saat ini dalam menyosong tahun baru 2022 dimana semua rakyat Papua sedang bergumul dan berdoa untuk pemulihan 100% kesehatan bapak Gubernur Papua dari kondisi kesehatan yang ada saat ini,” ujarnya.

Ia menilai pernyataan dan sikap oknum adat itu tidak sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya yang seharusnya lebih berfokus kepada kepentingan masyarakat adat. Menurutnya, kini banyak oknum tokoh adat maupun kepala suku dimanfaatkan oleh elite politik yang memiliki kepentingan terselubung. Oleh karena itu, LPP juga mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi terhadap isu-isu yang berkembang dan mendoakan kesembuhan Gubernur.

Sebelumnya, muncul desakan kepada pemerintah pusat untuk segera melakukan penunjukan penjabat Gubernur Papua dengan pertimbangan kondisi kesehatan gubernur. Diantaranya, yaitu sejumlah tokoh adat Papua bersama Forum Peduli Kemanusiaan Papua mendesak penunjukan penjabat Gubernur ini dilakukan selambat-lambatnya hingga akhir Maret 2022.

Desakan ini mempertimbangkan kondisi kesehatan gubernur menurun drastis sehingga dikhawatirkan berdampak pada terganggunya pelayanan pemerintahan kepada masyarakat. Hal ini termuat dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua Peradilan Adat Suku Sentani Kabupaten Jayapura, Jackob Fiobetauw, saat konferensi pers di Abepura, Jayapura pada Selasa (4/1/2022).

Lebih lanjut, Lukas Enembe dinilai tidak mampu lagi memimpin pemerintahan di Papua dengan baik pada kurun waktu satu tahun terakhir. Fiobetauw mengatakan, banyak terjadi peristiwa yang menunjukkan turunnya kinerja pemerintah dalam menjalankan pelayanan publik. Menurutnya, hal ini juga terpengaruh akibat kondisi kesehatan Gubernur Lukas yang menurun.

Ia menuturkan, sejatinya Gubernur Lukas Enembe dinilai mampu membawa Papua lebih baik, namun karena berkonsentrasi pada pengobatan yang dijalaninya, Lukas Enembe dianggap telah mengabaikan tugasnya sebagai Gubernur Papua.

“Lukas mesti mengikuti berbagai petunjuk dokter dan tindakan medis yang menyita waktunya untuk melayani warga Papua,” jelasnya. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery