pasang iklan

Rendahnya Partisipasi OAP Jadi Tantangan Vaksinasi di Papua Barat

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Pemerintah Provinsi Papua Barat tengah berupaya memenuhi target capaian vaksinasi Covid-19 sebesar 75 persen di tahun ini. Akan tetapi, rendahnya partisipasi Orang Asli Papua (OAP) terhadap vaksinasi Covid-19 menjadi tantangan berat untuk mencapai target tersebut. Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnold Tiniap.

"Posisi kita sekarang merubah persepsi saudara saudara kita yang OAP jadi tantangan berat. Setidaknya yang non-OAP dulu kita vaksinasi agar yang sisanya bisa kita fokuskan. Makanya itu, Satgas, pemerintah dan juga seluruh pihak harus ikut kerja ekstra," ungkap Arnold dilansir dari CNNIndonesia (5/10).

Menurut Arnold, rendahnya partisipasi OAP dilihat dari capaian vaksinasi di sejumlah daerah yang penduduknya didominasi OAP. Ia mencontohkan beberapa kabupaten seperti Kabupaten Pegunungan Arfak, Maybrat dan Tambrauw yang cakupan vaksinasinya masih berada di bawah 5 persen.

"Itu daerah-daerah yang penduduknya didominasi OAP. Beda halnya dengan Kota Sorong yang penduduknya non-OAP lebih banyak," tambahnya.

Sementara itu, capaian vaksinasi Covid-19 di Provinsi Papua Barat hingga Jumat (8/10) untuk Dosis Pertama mencapai 253.547 (31,8%) dari sasaran 797.402. Sedangkan untuk Dosis Kedua telah mencapai  160.387 (20,1%).

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat juga merilis adanya penambahan 32 kasus positif Covid-19 di Papua Barat, 29 orang berasal dari  Teluk Bintuni dan 3 orang berasal dari Kota Sorong. Sedangkan 1 orang dinyatakan sembuh Covid-19 berasal dari Kabupaten Manokwari. (UWR)

Share This Article

Related Articles

Comments (156)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery