pasang iklan

ODP Corona di Papua Barat Meningkat, Ini Rinciannya

PAPUA BARAT, JAGAPAPUA.COM - Sebaran ODP di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Jarak jauh antar wilayah tak serta merta menjadi batasan penyebaran virus corona. Papua barat yang beberapa waktu lalu dikatakan nihil pasien dengan status suspected corona, kini ratusan orang dinyatakan sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Kepala Dinas Kominfo Persandian dan Statistik Provinsi Papua Barat Frans P. Istia menyampaikan informasi terkini terkait Covid-19 di Provinsi Papua Barat, pada Kamis (26/3/2020). Rincian tersebut sebagai berikut :

  • Kabupaten Manokwari : ODP (orang dalam pemantauan) sebanyak 38, selesai pemantauan 33, proses pemantauan 5, PDP (pasien dalam pengawasan), selesai pengawasan, dalam proses pengawasan masing-masing 0
  • Kabupaten Manokwari Selatan : ODP 2, selesai pemantauan 0, dalam proses pemantauan 2.
  • Kabupaten Teluk Wondama : ODP 5, selesai pemantauan 0, proses pemantauan 5, PDP, selesai pengawasan, dalam proses pengawasan  masing-masing 0.
  • Kabupaten Sorong : ODP 17, selesai pemantauan 0, proses pemantauan 17, PDP, selesai pengawasan, dalam proses pengawasan masing-masing 0.
  • Kabupaten Fak-Fak : ODP 17, selesai pemantauan 3, proses pemantauan 14, PDP, selesai pengawasan, dalam proses pengawasan masing-masing 0.
  • Kota Sorong : ODP 33, selesai pemantauan 8, proses pemantauan 25,  selesai pengawasan 1, PDP 7,  dan dalam proses pengawasan 6.
  • Kabupaten Raja Ampat : ODP 5, selesai pemantauan 1, proses pemantauan 4, PDP, selesai pengawasan, dalam proses pengawasan  masing-masing  tidak ada.
  • Kabupaten Teluk Bintuni : ODP 1, selesai pemantauan 0, proses pemantauan 1, PDP, selesai pengawasan, dalam proses pengawasan masing-masing 0. (sumber : Covid-19 Papua Barat).

Terkait pasien dengan status ODP ialah orang yang mengalami gejala demam lebih dari 38 derajat celcius, memiliki riwayat ISPA tanpa penumonia, dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau wilayah terjangkit. Karena itu, pemerintah Papua Barat sangat menekankan agar masyarakat sadar akan pentingnya social distancing (melakukan isolasi diri dari lingkungan sosial).

Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua barat Derek Ampnir kepada media jagapapua,

“Saat ini yang dibutuhkan dari seluruh elemen masyarakat adalah kesadaran untuk mau membatasi aktivitas di luar rumah, kecuali dengan alasan yang sangat penting dan menjaga jarak saat berinteraksi dengan org lain, agar kita dapat putus rantai penularan. Kalau tidak begitu, maka akan semakin banyak masyarakat yang tertular, ODP dan PDP juga meningkat, sementara Fasilitas dan SDM kesehatan kita sangat terbatas.  Kalau masyarakat tidak taat itu, nanti kita mau salahkan siapa lagi? Ungkapnya.

Untuk layanan umum yang bisa diakses masyarakat, pemerintah menyediakan layanan Call Center dengan nomor 1500141. (Kr)

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

  • 3M 9003V

    Thanks for the terrific information for us. Best regards, Thomassen Zacho

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery