pasang iklan

Lagi, Masyarakat Tolak Jenazah Covid-19

JAGAPAPUA.COM -  Korban meninggal karena virus corona makin bertambah. data terakhir yang meninggal berjumlah 157 orang. Sayangnya, banyak kejadian penolokan pemakaman jenazah yang terjangkit positif mengidap corona di berbagai kota. Salah satunya terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan.

Dilansir dari detik, bertempat di pemakaman Pannara Makasar, tepat pukul 3 sore WITA, (31/3), sekelompok warga sedang berkumpul diseputaran pemakaman tersebut. Kehadiran masyarakat di tempat itu, tak lain, lantaran merebak kabar, bahwa korban akan dikebumikan di tempat pemakaman Panrra.

Mendengar hal itu, ketika ambulans hendak membawa jenazah terduga positif Covid-19 untuk digelar pemakaman, warga meminta ambulans pergi, mereka takut terjangkit virus corona.” Demikian ungkap Kapolsek Manggala Kompol Hasniati seperti di tulis oleh detik.

Penolokan itu mencuat, karena begitu kuat khawatiran dibenak warga setempat, meskipun demikian, Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono belum bisa memastikan informasi pasti mengenai Jenazah tersebut. lantaran hasil tes jenazah lima hari lagi baru bisa diperoleh.

Kejadian serupa juga terjadi di Tasikmalaya. Minggu (29/3) kala itu, puluhan warga juga datang menolak jenazah pria 71 tahun yang akan dikuburkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tionghoa Bong, Tamansari.

Dipelantaran jalan, warga menancapkan dua bambu sepanjang tujuh meter dan kain berwarna putih bertuliskan "Kami Warga Sindangsono Sindanglengo Menolak Tegas, Penguburan Jenazah untuk Sementara Dihentikan" sebagai penutup kompleks TPU. Seperti dilanlansir dari Sindonews.

Disaat mobil ambulance mengantar korban jenazah dan hendak memasuki TPU, Ketua RW setempat bernama Mumun, lantas menghampiri mobil tersebut, selain bertanya tentang surat kematian Jenazah, Ketua RW itupun juga menyampaikan kepada petugas yang mau memakamkan, bahwa warga setempat menolak pemakaman.

Tak berselang lama kemudian warga pun berduyun-duyun datang ke lokasi, membuat situasi makin tegang. Akhirnya aparat kepolisian dan kecamatan tiba di lokasi untuk berunding dengan warga.

Dalam perundingan itu, Jenazah kemudian diputuskan untuk tidak di ebumikan, dibawah balik kembali menuju ke rumah sakit.
Hal yang sama juga terjadi di bandung jenazah juga mendapatkan penolakan di beberapa tempat. Sampai-sampai, Pemprov Jawa Barat mengalokasikan lahan kosong milik pemerintah di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Sumedang, untuk dijadikan pemakaman. Hal itu dilakukan Pemerintah setempat, lantaran berseleweran kabar yang masuk ke telinga pemerintah bahwa Jenazah ditolak di mana-mana, atas dasar kemanusiaan Pak Bupati bersama Forkopimda, akhirnya, mengindahkan permintaan dari pihak provinsi untuk menguburkan jenazah almarhum itu di Kiarapayung," kata Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan seperti ditulis oleh Kompas. (RS)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery