pasang iklan

Kronologis Sebelum Bentrok di Pos Pam Antara TNI-Polri

MAMBERAMO RAYA, JAGAPAPUA.COM -  Tim Gabungan penelusuran Kasus bentrok TNI-Polri yang menewaskan 3 orang di Papua pada Minggu (12/4) telah dibentuk. Belum ada keterangan resmi dari Tim Gabungan terkait peristiwa tersebut.

Namun, berdasarkan keterangan Bripka Jhon Tahapary kepada jagapapua.com, ia menerangkan bahwa awalnya dirinya membawa tiga puluh anggota Polres ke Pos Pam untuk menanyakan tentang kasus pengeroyokan yang dilakukan terhadap Bripda Petrus Douw. Namun anggota Pos Pam tidak menghiraukan. Kemudian anggota Pos Pam masuk ke dalam Pos Pam dan mengambil senjata. Setelah keluar pos, anggota Pos Pam melakukan tembakan ke udara.

Tak lama berselang, anggota Pos Pam yang lain keluar dan memukuli Bripka Jhon Tahapary sehingga mengalami luka memar pada bibir. Kemudian Bripka Jhon Tahapary membalas memukul karena tidak terima atas pemukulan tersebut. Melihat Bripka Jhon Tahapary melakukan pemukulan, anggota Pos Pam melakukan penembakan ke arah tanah. Karena mendapat tembakan, Bripka Jhon Tahapary berlari ke jalan utama. Saat tiba di pertigaan jalan Pemda, Bripka Jhon Tahapary dikeroyok dan ditodongkan menggunakan senjata api laras panjang oleh beberapa anggota Pos Pam.

Mendapat todongan senjata, Bripka Jhon Tahapary kemudian mengeluarkan senjata jenis revolver (yang diselipkan di pinggang) namun dirampas oleh anggota Pos Pam. Karena senpinya dirampas kemudian Bripka Jhon Tahapary berlari kearah jembatan bersama beberapa anggota Polres yang juga termasuk korban. Pada saat tiba ditengah jembatan, Bripka Jhon Tahapary melihat Briptu Marselino Rumaikewi tergeletak di tengah jalan, sedangkan Briptu Alexander Ndun tergeletak disebelah kiri pinggir jalan. Di lain tempat, Bripda Yosias Dibangga tergeletak di pertigaan pemda II.

Sementara Aipda Adolof menyampaikan bahwa ia melihat anggota yang dipimpin oleh Bripka Jhon Tahapary pergi ke Pos Pam. Kemudian Aipda Adolof bersama Kabag Sumda mengikuti dari belakang. Pada saat tiba di Pos Pam, Aipda Adolof melihat anggota Pos Pam berhamburan dengan membawa senpi sambil mengokang-ngokang sejata tersebut dan menembakkannya ke arah anggota Polres, dan melihat anggota Polres berlarian mencari perlindungan (termasuk dirinya bersama Kabag Sumda). Setelah tiba di jembatan, Aipda Adolof mendengar teriakan dari Briptu Andi Yawan yang berteriak Marselino kena tembak. Kemudian saksi ingin melihat korban namun tidak sempat karena sudah banyak anggota Pos Pam yang datang mengejar.

Dari kejadian itulah meninggal tiga orang anggota Polri yakni Bripda Yosias Dibangga (Anggota Sat Sabhara), Briptu Alesander Ndun (Anggoa Sat Reskrim) dan Briptu M. Rumaikew (anggota Sat Reskrim) Polres Mamberamo Raya.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2346/kabid-propam-polda-papua-kasus-tidak-akan-ditutupi

Share This Article

Related Articles

Comments (1)

  • https://sites.google.com

    Thanks for sharing your thoughts onn holiday. Regards

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery