pasang iklan

2 Warga Sipil Tewas Ditembak, Pangdam Janji akan Investigasi

TIMIKA, JAGAPAPUA.COM - Papua kembali berduka pasca meninggalnya tiga anggota kepolisian di Mamberamo Raya, tak berselang lama, meninggal dua orang warga sipil ditembak Oknum Petugas Selasa (14/4/2020) di MP 34 PT Freeport Indonesia Timika.

Hal itu bermula dari oknum petugas yang bertugas dalam operasi penindakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB). 

Menurut petugas, Tim Subali 1 melihat adanya 4 orang diduga KKSB yang sedang melakukan aktifitas bakar ikan dengan membawa 2 pucuk senjata laras panjang jenis SS2 dan AK 47. Kemudian Dantim Subali 1 berkoordinasi melalui HT untuk meminta bantuan kepada Tim Badak 1 dan Badak 2 untuk menutup jalan pelolosan dari KKSB tersebut.

Selanjutnya Tim Subali 1 melaksanakan buka tembakan, terbidik terhadap 4 orang kelompok KKSB. Namun mengakibatkan 2 orang dari KKSB meninggal dunia dan 2 orang berhasil melarikan diri masuk kedalam hutan dengan membawa kabur 2 pucuk senjata laras panjang.

Tim Badak 1 dan Subali 1 melaksanakan pengejaran, akan tetapi 2 orang yang dianggap anggota KKSB melarikan diri dan tidak berhasil diketemukan.

2 orang yang meninggal dunia adalah Reno dari Suku Serui, umur 20 tahun, dengan alamat di Kwamki Lama dan Roni Suku Damal, umur 23 tahun, dengan alamat yang sama.

Adapun barang bukti yang  di sita di TKP adalah 2 pucuk senapan penembak ikan rakitan, 1 gelang bendera lambang KKSB, 1 bungkus rokok Gudang garam, 2 buah kunci motor Yamaha Mio, 10 butir pinang, 1 buah Tas Noken kecil berisi 7 butir munisi Kal. 5,56 mm.

Keluarga Korban, Yanis Natkime, kepada jagapapua.com mengatakan bahwa  “Kedua Pemuda tersebut tidak ada keterkaitan dengan KKB tau OPM. Mereka berdua lagi mencari ikan. Anak kami yang sedang mencari makan ditembak aparat. Mereka bilang anak kami KKSB, anak kami bukanlah OPM, bukan KKSB, apalagi dengan sebutan KKB. Anak kami warga sipil yang jalan mencari makan," kata tokoh adat Amungme Yanis Natkime. Tidak hanya itu, pihak keluarga juga mempertanyakan barang bukti yang disebutkan oleh petugas. 

Seperti diketahui bahwa salah satu korban penembakan Eden Armando Bebari (19) adalah mahasiswa semester tiga jurusan Teknik Komputer pada Universitas Multimedia Nusantara di Kota Tangerang Selatan, Banten.

Berdasarkan kejadian tersebut, Ketua Pansus Papua, Dr. Filep Wamafma angkat bicara. Ia menyebut pendekatan hukum harus dikedepankan. SOP menembak tentu dalam keadaan tertentu, kata Filep.

"Tidak bisa langsung tembak mati begitu, kecuali oknum petugas diserang dan melakukan tindakan diskresi. Apalagi hampir seluruh keterangan dari keluarga bahwa mereka tidak memiliki indikasi terlibat KKSB." Tegas Filep Wamafma.

Terpisah, Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab menegaskan bahwa terkait penembakan 2 warga tersebut akan dilakukan investigasi lebih lanjut dan proses hukum akan berjalan.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2361/keluarga-sebut-barang-bukti-terkait-kksb-tidak-benar

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery