pasang iklan

Maluku, Maluku Utara dan Papua, Gudangnya Pemain Bola

JAGAPAPUA.COM - Berbicara tentang dunia sepak bola banyak putra Maluku, Papua dan Maluku Utara menyumbangkan pemain-pemain bola terbaik dan terbanyak di pentas liga sepak bola Indonesia dan hampir sebagian besar dari mereka memperkuat sejumlah klub diluar sana.

Sebut saja Zulham Zamrun, Oktovianus Maniani, Ilham Armaiyn, Risky Pellu, Titus Bonay dan Ardi Idrus, mereka semua adalah pemain kelahiran tanah Melanesia. Adapun selain itu, sederet nama lain seperti Ramdani Lestaluhu dan Abdul Rahman Lestaluhu. Mereka semua juga merupakan pemain yang pernah bertarung memperkuat skuad Merah Putih.

Bahkan, Maluku, Papua dan Maluku Utara terbukti paling produktif melahirkan pesebakbola. Hal itu nampak ketika Ambon Tulehu mencetuskan satu film layar lebar menghiasi dunia perfilman Indonesia melalui film "Cahaya Dari Timur".

Namun nasib pemain bola Maluku, Maluku Utara berbeda dengan Papua dan Papua Barat. Pemain bola Maluku harus merantau jauh agar bisa berkembang. Mereka tidak punya panggung di kampung. Tidak satu pun klub dari Maluku sampai Utara berlaga di pentas nasional. Meski di era sebelum tahun 2000, Persiter Ternate pernah beberapa kali menjuarai kompetisi U-19 yang dulu disebut Suratin Cup kala itu.

Akan tetapi kita juga tak bisa pungkiri sekaligus ragukan lagi tentang talenta bola orang Papua dan Papua Barat. Sejarah kejayaan mereka sudah demikian panjang. Di era 1970-an saja Persipura sudah menjadi juara nasional. Waktu itu bintangnya antara lain Timo Kapisa, Johanes Auri, Simson Rumahpasal, Edi Sabena, dan sebagainya. Sampai-sampai sebuah band asal Papua, Black Brothers, membuat lagu khusus tentang Persipura.

Sedangkan pada tahun 1980an giliran Perseman Manokwari yang pernah mencicipi juara kompetisi perserikatan nasional. Bintangnya waktu itu Adolf Kabo dan Yonas Sawor juga pernah menjadi bintang timnas Indonesia kala itu.

Bahkan dengan adanya mereka, Indonesia memasuki semifinalis Asian Games 1982. Prestasi fenomenal yang pernah ditorehkan Tim Nasional Indonesia. Masih banyak lagi bintang Papua yang menjadi langganan timnas seperti Rulli Nere, Metu Duaramuri, Noah Meriem, Eduard Ivakdalam, sampai era Boaz Solossa sekarang ini.

Boaz di laga 8 besar Piala Presiden memilih memperkuat Borneo FC. Kabarnya juga ditambah lagi oleh penyerang Persipura bertubuh mungil murah senyum, Yohanes Pahabol. Pemain Papua lain adalah Titus Bonai dan Patrich Wanggai di Sriwijaya FC. Di klub yang tersisih ada David Lali di Persipasi Bandung Raya tempo itu.

Di situlah hebatnya Papua. Mereka begitu kaya dengan panggung yang berkompetisi di level nasional. Bahkan ada nama kabupaten yang tidak terdengar di ibukota, justru menjadi dikenal setelah naik kasta dalam sepak bola. Sebut saja Persidafon Dafonsoro dan Perseru Serui. Kalau Persiram Raja Ampat, daerahnya lebih duluan top sebagai tempat wisata. Demikian juga Persiwa Wamena.

Dulu juga pernah dikenal Perseman Manokwari, Persis Sorong dan PSBS Biak. Tentu Persipura sudah tidak perlu disebut lagi, karena semua orang tahu. Jadi, Papua bisa disebut sebagai daerah terbanyak yang punya wakil di kompetisi level nasional. Ini menandakan betapa totalnya masyarakat Papua dalam urusan sepak bola. (RS)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2500/menpora-zainudin-setujui-piala-e-sport-2020

https://jagapapua.com/article/detail/2473/pssi-ulang-tahun-afc-sebut-boaz-the-one-club-icon

Share This Article

Related Articles

Comments (148)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery