pasang iklan

Aktifitas Masyarakat Sunyi, Begal di Manokwari Semakin Meningkat

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Kasus begal merupakan aksi kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan motor dan merampas harta pengendara hingga bisa saja membunuh nyawa orang lain.

Tindakan para pelaku pembegalan di kabupaten Manokwari bereaksi ditengah kesunyian virus corona (Covid-19) ini. Bahkan aksi komplotan pelaku kriminal ini mulai dirasakan warga kabupaten Manokwari, hingga dikritik kepala suku.

Kali ini kepala suku Bar Mnu Kwar Petrus Makbon menyampaikan, bahwa pelaku begal memanfaatkan situasi kesunyian masyarakat virus corona, sehingga tindakan pembegalan harus segera ditindak tegas oleh polisi.

Menurutnya aksi begal bukan bertindak karena alasan ekonomi akibat wabah Covid-19 ini, tetapi memang situasi kesunyian Covid-19 ini yang dimanfaat oleh pelaku begal untuk beraksi.

Oleh karena itu, Petrus Makbon menyarankan kepada aparat keamanan (TNI, polri) di Papua Barat untuk bertindak tegas kepada para pelaku begal.

"Bila perlu tembak saja ditempat kalau pelaku begal keras kepala, sehingga memberikan efek kepada mereka, sebab tindakan begal sangat berbahaya bagi nyawa masyarakat" ungkap Makbon, Selasa (5/5).

Kepala Mananir Wondama wilayah tanah Papua, Yan Anthon Yoteni juga berpendapat bahwa aksi begal harus ditindak, sebab tanpa disadari justru kasus kriminal ini meningkat karena tindakan pelaku begal.

Menurut Yoteni, kalau memang pelaku begal terus bertindak meresahkan masyarakat, maka ia meminta polisi melumpuhkan pelaku karena bisa memakan korban yang lebih banyak lagi.

"Kemudian kalau pelaku begal itu anak suku asli Papua dan telah ditangkap Polisi, maka silahkan polisi memanggil kepala suku dan memberikan nasehat sebelum tindakan hukum diberlakukan." ungkapnya.

"Kalau pelakunya anak asli Wondama kasih tahu saya, nanti saya kesitu lihat yang bersangkutan untuk diberi nasehat sebelum Polisi menindak sesuai perbuatannya" pesan Yoteni.

Yoteni berpendapat bahwa aksi begal ini tidak ada kaitannya dengan Covid-19, sebab pelaku begal sudah bereaksi sejak lama. Akan tetapi, kata dia, mungkin saja situasi kesunyian yang dimanfaatkan untuk pelaku begal bereaksi.

Oleh karena itu, kepala suku saat ini menunggu tindakan nyata secara terbuka oleh aparat keamanan untuk menindak pelaku begal yang terus meresahkan warga Papua Barat, khususnya di kabupaten Manokwari.

Yoteni menambahkan bahwa disaat situasi seperti begini, kerinduan terhadap Tim Suanggi Polres Manokwari, pasca kepemimpinan AKBP Jhonny Edison Isir.

"Sejak pak Jhon Isir pimpin luar biasa dengan membentuk tim Suanggi yang saat itu anak-anak Papua dibantu beberapa anggota polisi non Papua bertindak cepat dalam menangkap pelaku tanpa takut posisi mereka terancam" ungkap Yoteni. (WRP)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2539/kapolda-frekuensi-kejahatan-meningkat-di-sorong-dan-manokwari

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery