pasang iklan

Ribut Dana Hibah, Abu Alex Sebut Muzakir Jangan Buat Kegaduhan

ACEH, JAGAPAPUA.COM - Efek  covid-19 sangat berpengaruh terhadap semua aspek kehidupan manusia termasuk kondisi keuangan Pemerintah. Sejumlah keputusan menteri keuangan telah memberikan petunjuk kepada kepala daerah dalam penggunaan APBD/APBA masing-masing Provinsi maupun kabupaten dan kota.

Perkembangan Covid-19 sendiri juga berpengaruh terhadap pemotongan anggaran baik bagi DPR RI maupun DPD RI untuk menghadapi covid-19. Di daerah, kebijakan serupa juga terjadi, kali ini Kebijakan keuangan Pemerintah Provinsi Aceh memangkas sejumlah anggaran termasuk diantaranya adalah anggaran Hibah untuk Dayah kepada Kombatan GAM.

Kebijakan Pemotongan anggaran tersebut mendapat pro dan kontra dikalangan politisi dan  kombatan GAM. Sikap penolakan kebijakan pemotangan dana Dayah bagi Kombatan GAM salah satunya datang dari Anggota DPR RI, Nazaruddin Dek Gam, SH anggota DPR RI No. Anggota 478 Fraksi Fraksi Partai Amanat Nasional Daerah Pemilihan ACEH I. Ia dengan tegas mengatakan, walaupun telah ada keputusan bersama tiga menteri dalam rangka penangan Covid-19, sebagai wakil rakyat aceh di senayan ia meminta agar Pemerintah Aceh meninjau kembali pemotongan anggaran dayah.

Menurut Dek Gam sapaan Nasarudin, masih ada pos-pos anggaran proyek multi years yang dapat di pangkas untuk menghadapi covid-19 di Provinsi Aceh. Menurut anggota Fraksi PAN ini, Kebijakan anggaran dayah merupakan simbol ke-Acehan, bahkan Badan Dayah sendiri lahir setelah adanya MoU Helsinki. Sehingga sangat tidak wajar apabila dana untuk dayah juga harus dikorbankan untuk membantu penanganan virus corona.

“Badan Dayah hanya di Aceh ada, daerah lain tidak ada, dan dana bantuan untuk dayah sangat mendesak.” Ucapnya.

Walaupun demikian sikap tegas Kombatan GAM yang juga adalah ketua GADAPAKSI Aceh, HM Ali Abusyah atau yang disapa Abu Alek sebagaimana yang dimuat dalam AFNEWS.CO.ID – Selasa (5/5/2020) menegaskan, Ketua Umum DPA Partai Aceh H Muzakir Manaf alias Mualem, untuk tidak berlagak seperti pahlawan dalam menyikapi pengalihan anggaran Dayah sebesar Rp 205 Milyar untuk kepentingan lebih mendesak seperti penanganan covid-19 yang terus mewabah di Aceh.

“Sebaiknya Muzakir Manaf fokus saja mempertanggungjawabkan kemana penggunaan anggaran sebesar Rp 650 Milyar yang diperuntukkan bagi kesejahteraan para mantan Kombatan GAM di Aceh. Karena uang itu merupakan milik rakyat dengan jumlah yang tidak sedikit, jadi penggunaannya harus transparan dan tepat sasaran” ujar Abu Alex yang didampingi Hasnawi Ilyas (Awi Juli) mantan Kombatan GAM Wilayah Batee Iliek.

Dikatakan Abu Alex, Muzakir Manaf sebelumnya telah mendapatkan kesempatan untuk mengurus Pemerintahan Aceh ketika yang bersangkutan menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh periode lalu. Ia berharap ditengah musibah ini, jangan ada lagi yang mempolitisir lembaga agama atau menggiring Dayah ke arah yang tidak baik. Ia mengajak semua kalangan bersatu untuk fokus melawan covid-19.

“Kan Muzakir Manaf dulu sudah diberi kesempatan untuk memimpin Aceh. Kalau masih mau lagi, ya ikut Pilkada aja nanti dan jangan buat kegaduhan,” demikian Abu Alex.

Sebagaimana diketahui, data terakhir pasien positif Covid-19 Provinsi Aceh per tanggal 6 Mei 2020 berjumlah 17 orang dengan rincian 1 orang meninggal dunia, 9 orang sembuh, dan 7 orang masih dalam perawatan.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2657/gam-dan-sistem-pemerintahan-aceh

Share This Article

Related Articles

Comments (3)

  • JKgpsdXo

    levitra comprime The one next to him The palace maid used to talk about it

  • upsendy

    order priligy online uk Several well established nonmolecular tests are part of the standard of care at first diagnosis of breast cancer

  • augmentin for diverticulitis uptodate

    Increasing the number of recycles from 3 to 9 resulted in slightly better performance augmentin for tooth infection

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery