pasang iklan

Ketua IDI Manokwari Apresiasi Dukungan Pemuda Atasi Corona

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Ditengah wabah virus corona atau Covid-19 di wilayah Papua Barat secara umum, dan khususnya di tengah masyarakat kabupaten Manokwari. Langkah KNPI diapresiasi dokter sebagai tim kerja gugus tugas Covid-19.

Ketua Dokter Ikatan Indonesia (IDI) Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Ade Ismawan mengatakan, tim relawan KNPI Papua Barat sudah mulai bekerja. Apalagi pemuda adalah harapan pemerintah.

Sedangkan masyarakat adalah garda terdepan dalam pencegahan Covid-19. Bahkan pemuda bagian dari masyarakat, sehingga apresiasi kepada pemuda KNPI yang turut ikut sosialisasi tentang cara pencegahan dan penularan Covid-19.

Ade berpendapat bahwa sebelum pemuda terjun ke masyarakat harus memastikan mereka aman, sehat, dan fit dari wabah virus corona, sehingga ketika terjun ke lapangan bisa terhindar dari penularan.

Menurutnya, selain memastikan tim relawan ini aman, mereka juga mendapat pembekalan tentang tata cara sosialisasi sesuai protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat.

"Jadi tujuan dari relawan ini turun ke masyarakat untuk membuka wawasan tentang bagaimana cara memahami situasi masa pandemi Covid-19 ini" ungkap Ade, Selasa (12/5).

Lalu bagaimana tim relawan juga bisa menindaklanjuti ketika mendapati kasus virus corona ditengah masyarakat, sebab saat ini masyarakat masih saja menolak pasien Covid-19, ungkapnya.

Bahkan menurut Ade, aksi demo pun bisa terjadi ditengah masyarakat sendiri. Bukan itu saja tetapi ketika terdapat tetangga atau masyarakat yang diketahui gejala Covid-19, maka langkah apa yang bisa ditempuh masyarakat, relawan KNPI sangat berperan penting memberikan pemahaman tersebut, ucap Ade.

Oleh sebabnya, Ade menyarankan kepada tim relawan untuk membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat, sehingga aksi penolakan dan mengucilkan pasien Covid-19 tidak boleh terjadi lagi.

Dokter juga menyarankan kepada KNPI untuk mendorong pemerintah agar menyiapkan fasilitas karantina mandiri, sehingga menampung orang-orang yang tergolong orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Hal ini bermaksud agar pasien OTG tidak perlu ke rumah sakit, tetapi diperiksa di fasilitas karantina mandiri, sehingga dari kedisplinan, pelayanan kesehatan, keamanan semuanya dapat berjalan dengan baik.

Sementara untuk target rapid test, dokter Ade menjelaskan bahwa prosesnya tidak semudah memeriksa suhu tubuh seseorang, tetapi memang dibutuhkan tenaga teknis yang memiliki kompetensi.

"Di samping itu ketika ada orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada teknik sendiri untuk menyampaikan kepada orang tersebut," katanya.

Lebih lanjut, Ade mengatakan, rapid test masih bersifat screening sehingga belum bisa dikatakan data pasti, sebab ada tahapan lanjutan, misalnya ketika ada orang yang positif rapid test, maka dapat melakukan isolasi mandiri di rumah dengan catatan mampu disiplin.

Sebaliknya kalaupun orang itu tidak disiplin, maka harus ada tempat khusus isolasi mandiri dari pemerintah yang disiapkan. Hal ini bermaksud agar mereka yang positif rapid tes bisa dikontrol sesuai protokol kesehatan.

Kata dia lagi, setelah orang yang diketahui positif rapid test bisa dikarantina untuk diambil sampel swab untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Artinya seseorang yang positif rapid test jangan gabung bersama masyarakat, tetapi diisolasi mandiri sehingga tidak menyebarkan virus corona kepada masyarakat lainnya" ujar Ade. (WRP)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2736/per-13-mei-pasien-covid-19-di-indonesia-mencapai-15438-orang

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery