pasang iklan

Bantu Mahasiswa Tual, Syamsudin Seknun Tuai Banyak Kecaman

PAPUA BARAT, JAGAPAPUA.COM -  Ditengah pandemi Covid-19, bantuan dari instansi pemerintah mulai berguliran untuk masyarakat. Tak terkecuali, orang perorangan bahkan politisi juga ikut memberikan bantuan.

Syamsudin Seknun, anggota DPRD Papua Barat memberikan bantuan 300 paket sembako kepada mahasiswa Tual dan Malra yang saat ini mengenyam pendidikan di Ambon. Bantuan itu ia berikan lantaran melihat kondisi mahasiswa yang ada di asrama belum bisa pulang ke daerah masing-masing karena tidak ada penerbangan.

Ia menyampaikan bahwa bantuan itu tidak berkaitan dengan unsur politik melainkan sebuah bentuk tanggungjawab moril sebagai anak daerah. 

Namun, sikap politisi Nasdem ini menuai kecaman dari sejumlah, pihak termasuk dari ketua KNPI Kabupaten Manokwari Selatan. Joni Saiba dalam halaman facebooknya dengan tegas mengatakan bahwa Masyarakat Papua Barat, kecewa terhadap sikap dari anggota DPRPB ini.

Ia menyayangkan sikap Syamsudin Seknun yang membantu mahasiswa Tual dan Malra tetapi justru belum membantu mahasiswa asal Papua Barat yang juga berada di luar daerah. Padahal menurutnya, yang menentukan Syamsudin Seknun saat ini duduk sebagai anggota DPR Papua Barat adalah orang Papua Barat itu sendiri, termasuk mahasiswa/i yang sedang belajar di luar daerah.

Sementara itu dalam kolom komentar, netizen atas nama Erwin Abisay mengkonfirmasi bahwa bantuan yang diberikan itu memang bukan untuk mahasiswa Papua, tetapi untuk semua mahasiswa Universitas Patimura Ambon, tetapi memang ada beberapa anak-anak Papua yang tinggal di asrama kampus maka juga mendapat bantuan tersebut, tetapi rekan mahasiswa/i yang tinggal di kos-kosan dan kontrakan tidak memperoleh bantuan.

Tidak hanya dari ketua KNPI Kabupaten Manokwari Selatan, ketua dewan adat wilayah III, Paul Finsen mayor,s.sos juga mengkritik.

"Secara etika Papua, itu sangat tidak pantas karena yang bersangkutan adalah wakil rakyat Papua Barat bukan dari daerah lain. Banyak masyarakat Papua Barat membutuhkan uluran tangan dari wakil Rakyat Papua Barat saat ini," pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut bisa menyakiti perasaan orang Papua yang memilihnya agar memperhatikan rakyat tetapi justru sebaliknya. 

"Papua barat hati-hati dalam memilih wakil rakyat, karena akan ada azas manfaat seperti yang dilakukan oknum ini. Secara adat Papua, sangat menyakiti hati orang Papua. Analoginya  begini, masa didalam rumah anak-anak ada kelaparan tapi sang bapak tidak sediakan makanan, malah beli makanan untuk keluarga lain makan dan anak-anaknya kelaparan, itu ayah seperti apa itu? aneh skali kan?" Ucap Paul Finsen. 

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2606/giliran-panti-asuhan-dan-mahasiswa-pegunungan-dibantu-bapok

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery