pasang iklan

Laporan Kasus Penembakan Wartawan Feby Dianggap Tak Objektif

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Mungkin kita pernah mendengar tentang gelombang massa yang turun membanjiri jalanan kota Hongkong saat itu, mereka para demonstran itu tertumpah ruah diruas jalan menolak Undang-undang Ekstradisi hingga berujung ricuh pada 2019.

Seorang jurnalis asal Indonesia, Veby Mega Indah pernah ditembak dengan peluru karet kala itu saat melakukan peliputan demonstrasi di Hong Kong, Minggu 29 September tahun kemarin. Akan tetapi Dewan Pengaduan Polisi Independen diduga di dipandang tidak objektif melihat titik persoalan.

Hal itu dipaparkan langsung oleh Mimi Lau Melalui unggahan di Twitter, jurnalis The South China Morning Post ini, dia menyebutkan, uraian penjelasan Dewan Pengaduan Polisi Independen mengenai insiden penembakan terhadap Veby Mega tidaklah tepat sasaran Seperti dilansir BCC Indonesia. (15/5/2020).

Selain itu, Mimi Lau juga menulisakan, bahwa peluru yang mengenai tubuh Veby Mega lebih dari satu peluru dan itu adalah Peluru aparat keamanan otoritas Hongkong. Sanggahan protes Jurnalis The South China Morning Post mencuat selepas Dewan Pengaduan Polisi Independen merilis laporan.

Didalam Laporan tersebut menyebutkan, bahwa masa yang menyeruak memenuhi jalan dalam menggelar aksi demonstrasi tidak mengindahkan peringatan pihak keamanan, tiba-tiba peluru datang menerjang mata seorang wartawan asal Indonesia, peluru itu kemudian menumbangkannya dijalan.

Akan tetapi Laporan itu ditepis oleh Mimi Lau, dia menyatakan, Laporan yang di Publikasi Dewan Keamanan Polisi Indepedent dikeluarkan tidak menyentuh titik persoalan, brutalitas polisi diabaikan.

Mimi Lau juga menambahkan, ketika peluru mengenai Jurnalis asal Indonesia, dia dan sesama wartawan The South China Morning Post, Sarah Zheng, merupakan saksi mata pada tempat kejadian perkara, jarak mereka berdua dengan Veby Mega tidaklah jauh hanyalah terbentang beberapa meter dari posisi Veby.

Disamping itu, terkait tidak mengindahkan peringatan pihak keamanan juga tepis oleh Mimi Lau, menurutnya, polisi tidak memerintahkan para demonstran maupun reporter untuk meninggalkan tempat, begitu pula peringatan dari polisi sebelum penembakan.(RS)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2788/1-pria-tertembak-2-rumah-terbakar-pada-insiden-di-wewak

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery