pasang iklan

Ditengah Pandemi Covid-19, TPNPB-OPM Tetap Bergerilya

PANIAI, JAGAPAPUA.COM - Pada Jum’at, 15 Mei 2020 sekitar pukul 22.00 WIT,  Anton Tabuni memimpin serangan terhadap pos polisi 99 Ndeotadi, distrik Bogobaida, kab. Pania, Papua.

Serangan itu dilakukan dengan tujuan merebut senjata Militer Indonesia yang dianggap telah merampas senjata TPNPB.

“Saya dan pasukan saya serang di pos. Kami merampas senjata karena militer Indonesia merampas senjata kami juga di Tembagapura, maka kami serang dan mengambil kembali.” Ucap Antoni Tabuni.

“Saya dengan pasukan saya kembali ke Tembagapura. Datang kejar kami disana, jangan siksa masyarat di distrik Bogobaida, kab. Pania, mereka itu masyarakat. Kami pasukan TPNPB di bawah pimpinan komandan operasi nasional TPNPB Lekkagak Telenggen, aparat TNI-POLRI datang di Tembagapura kami, perang disana,” tegasnya.

Sementara Komandan operasi  Nasional TPNPB, Lekagak Telenggen membenarkan bahwa pasukan yang menyerang tersebut adalah utusannya.

“Itu benar saya yang utus untuk serang di sana. Saya selaku pimpinan perang dan Panglima Goliat Tabuni tanggungjawab atas 4 pucuk senjata dan korban anggota polisi di pos pos polisi 99 Ndeotadi, distrik Bogobaida kab. Paniai.” Ucap Lekkagak Renggen sebagaimana disampaikan dalam release oleh jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom.

TPNPB menegaskan kepada pihak TNI/POLRI bahwa mereka melakukan perampasan sejata sebagai aksi balasan atas senjata yang pernah diambil oleh pihak TNI/POLRI.

“Tujuan  kami berjuang ingin pisah dari indonesia, mau merdeka sendiri. Itu tujuan kami. Jangan bilang kita kriminal dan lain-lain. “ Ucap Jubir TPNPB-OPM Sebby Sambom.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2333/tni-polri-bentrok-ditengah-opm-serang-freeport

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery