pasang iklan

Pasukan Khusus Kaliber TPNPB-OPM Kodap III Serang Pos TNI

PAPUA, JAGAPAPUA.COM - Siaran Pers Resmi Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB per 24 Mei 2020 disampaikan oleh Jubir TPNPB Sebby Sambom melalui press release kepada jagapapua.com bahwa saat ini TPNPB tetap melakukan serangan walaupun dalam situasi covid-19. Hal tersebut terbukti bahwa pada tanggal 24 mei 2020 Pasukan TPNPB-OPM Menyerang 4 Pos Darurat TNI-Polri Di Keneyam, Ibukota kabupaten Nduga.

Dampak dari penyerangan tersebut, Pasukan TPNPB-OPM kembali merebut 17 Magasen peluru Aktif  berisi  510 butir amunisi. Pasukan khusus  Kaliber TPNPB-OPM Kodap III sedang mengejar Pasukan TNI-POLRI yang terpencar di hutan, dan dikabarkan bahwa anggota Pasukan TNI/ Polri belum sampai di ibukota Keneyam.

Sementara itu Panglima Kodap III Ndugama, Bridgen Egianus Kogeya melaporkan bahwa situasi terakhir Pasukan TNI-POLRI masih terkurung di dalam Hutan Alguru.

Egianus Kogeya menjelaskan bahwa tanggal 24 Mei 2020, Pasukan TPNPB-OPM mengejar keberadaan Pasukan TNI-POLRI tersebut.

“Ternyata Kemarin itu pasukan TNI-POLRI lari dengan tunggang langgang, dengan pakaian di badan dan senjata di tangan, dan juga 17 Magasen itu tersisir di semak duri hutan itu.” Ucap Egianus.

“Pasukan TNI-POLRI 4 Kem darurat itu bubarkan diri masing-masing ke hutan sambil memikul senjata dan tinggalkan semua barang milik mereka.” Tambahnya.

Dan Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama menguasai 4 kem TNI-POLRI tersebut dan menguasai beberapa barang milik Pasukan TNI-POLRI sebagai berikut : mendapat 17 Magasen  dengan isinya perbutir 510 butir. Dari 6 penambahan Jumlah amunisi yang Kodap III Ndugama direbut dari tangan pasukan keamanan Indonesia ( TNI-POLRI) itu sebagai berikut:

(1). 60 Magasen peluru aktif dengan amunisi sebanyak 1.800 butir. Bertambah 17 Magasen dengan isinya 510 butir maka jumlah total peluru adalah, Peluru aktif 60 Magasen ditambah 17 Magasen, maka total 2.310 butir.  Pasukan TPNPB-OPM merebut Magasen milik Pasukan TNI-POLRI;

(2). Peluru rantai 3 buah;

(3). 16 Peluru Basoka atau Granat launched;

(4). Sebanyak 30 buah tas ransel milik pasukan TNI-POLRI;

(5). 12 buah HP kamera merk Samsung, Milik Pasukan TNI-POLRI;

(6). Sebanyak 6 Buah Ht milik Pasukan TNI-POLRI;

(7). Sebanyak 2 Hp merk Thoraya Satelit, milik Pasukan TNI-POLRI;

(8). Sebanyak 15 buah rompi anti peluru milik Pasukan TNI-POLRI;

(9). Sepatu, pakaian, terpal, dan semua alat lainnya belum hitung;

(10). Uang Tunai Rp 30 Juta dari dalam 30 tas ransel milik Pasukan TNI-POLRI.

Dalam Penyerangan  4 Pos Darurat TNI-Polri ini, jumlah korban belum di ketahui.

“Saya dengan Komandan Operasi  kami sudah berhasil merebut semua peralatan militer Indonesia TNI-POLRI maka kami Pasukan TPNPB-OPM  menyampaikan bahwa:

(1). Saya Selaku Pimpinan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Bridgen Egianus Kogeya Bertanggung jawab atas Penyerangan 4 Pos Darurat TNI-Polri di ibu kota  Keneyam Kabupaten Nduga Papua.

(2). Pasukan TNI-Polri yang terkurung di Hutan Alguru di Wilayah TPNPB-OPM  adalah kekalahan Total Pemerintah Indonesia, maka segera mengakui kemerdekaan Papua Barat untuk penentuan nasib sendiri dari pada banyak Pasukan TNI-POLRI gugur di tangan Kami TPNPB-OPM;

(3). Saya selaku Panglima Kodap III Ndugama menyampaikan kepada seluruh Warga sipil Suku Ndugama di Kabupaten Nduga Keneyam bahwa dilarang berkeliharan di pinggir Kali Keneyam dan Kampung Bangggimbeak, Kampung Alguru, dan Kampung Minarem.

(4). Untuk menghindari terjebak dalam kontak senjata antara Pasukan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama dan pasukan TNI-Polri yang masih dalam baku keja mengejar, saya selaku Panglima Kodap III Ndugama membantah keras terkait pernyataan Pimpinan Militer kolonial Indonesia bahwa Pimpinan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Bridjen  Egianus Kogeya meneror Warga Masyarakat Kabupaten Nduga adalah hal keliru, kami tahu undang-undang Internasional terhadap warga sipil wajib melindunginya.

(5). Perang Kami TPNPB-OPM akan tetap menjadi prioritas utama di ibu kota kabupaten Nduga Keneyam, oleh karena itu masyarakat tetap tenang dan waspada. Penanggung jawab Perang TPNPB-OPM Kodap III Ndugama. Brigadir Jenderal Egianus Kogeya Panglima Kodap Pemne Kogeya  sebagai Komadan Operasi.” Tutupnya.

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2851/4-seruan-tpnpb-opm-poin-2-akan-tembak-mati-mata-mata-tni

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery