pasang iklan

Pria Kulit Hitam Mati Ditangan Polisi, Pemuda Papua Angkat Bicara

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Persoalan rasialis kembali tejadi di Negara Amerika Serikat setelah puluhan tahun sempat meredup, kejadian ini tampak berulang akhir-akhir ini. Kronologi ini bermula dari salah seorang warga Amerika berkulit hitam bernama George Floyd dibunuh oleh sekelompok polisi berkulit putih.

Pembunuhan korban tersebut dilakukan dengan cara menekan lututnya pada leher korban. Kejadian ini terjadi pada hari Senin, 24 Mei lalu bertempat di kota Minneapolis.

Menurut pemberitaan yang dilansir dari nytimes.com akibat dari perlakuan polisi itu, dua hari kemudian para pengunjuk rasa berdatangan menggelar demonstrasi hingga berujung ricuh.

Mereka memecahkan kaca jendela merusak pagar kepolisian, bahkan protes itu juga meluap ke banyak kota lain, termasuk New York, Albuquerque dan Columbus, Ohio, dimana sejumlah pemrotes mencoba merangsek masuk kedalam gedung negara.

Aksi protes ini dipicu atas perlakuan beberapa oknum kulit putih atas tindakan rasialis dan kini sudah memasuki hari kedua. Aksi semakin meluas, bakar membakar di arena protes pun tak terhindarkan lagi.

Ribuan warga kulit hitam turun ke jalan memprotes pembunuhan yang dilakukan oleh kepolisian.

Hal serupa juga pernah terjadi di Indonesia perlakuan rasis itu didapat oleh sekelompok pelajar Papua di kota Surabaya. Kejadian itu terjadi dua hari setelah negara indonesia merayakan kemerdekaannya ke-74. akibat dari ungkapan rasis tersebut, akhirnya berujung ricuh.

Hampir sebagian masyarakat di Tanah Papua tertumpah ruah di jalan menggelar aksi, gelombang aksi ini tidak terkendali hingga berujung ricuh.

Menurut salah satu aktivis pemuda Papua, Isai Yahya Woniana, Kejadian di Amerika Serikat tentang prilaku rasial yang dialami warga Amerika kulit hitam patut untuk disesali, karena perlakuan ini dilakuan oleh pihak aparat keamanan,” Ungkap Isay.

Lanjut dia, Tentu kita semua bersepakat bahwa Negara Indonesia mengecam tindakan rasialis. Meskipun rasisme pernah terjadi di Indonesia, akan tetapi menurut Isay, perlakuan rasisme yang dialami pelajar Papua di tanah jawa adalah perlakuan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Iapun berharap, semoga ungkapan rasis terhadap mahasiswa Papua tidak berulang lagi di Negara Indonesia. Termasuk negara manapun yang ada di dunia, karena melanggar perikemanusiaan, ungkapnya.

”Prasangka berdasarkan keturunan bangsa,warna kulit, perlakuan berat sebelah terhadap bangsa yang berbeda-beda, atau paham yang mengajarkan bahwa rasnya yang paling unggul, perlu kita tanggalkan di Negara ini,”Tutup Isay. (RS)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery