pasang iklan

Kepala Suku Biak Wampasi Sayangkan Pencatutan Nama Gubernur

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Kepala suku sub Biak di wilayah dataran Warmare, Prafi, Masni dan Sidey (Wampasi) kabupaten Manokwari, Papua Barat, Benyamin Boseren menyampaikan bahwa selaku kepala suku ia sangat menyayangkan atas pencatutan nama gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Pencatutan nama gubernur Papua Barat oleh terdakwa Wahyu Setiawan tentang suap Rp500 juta sangat meresahkan warga Papua Barat.

Berkaitan dengan pencatutan nama Dominggus Mandacan, ia menyebut bahwa seharusnya bisa jeli dilihat oleh bagian Biro Hukum Setprov Papua Barat.

Menurut Boseren, apa yang telah disampaikan oleh senator Filep Wamafma atas kinerja biro hukum Setda Papua Barat bukanlah bagian dari kejelekan kepada biro tersebut, namun hal itu sebagai masukan untuk bahan evaluasi.

Terkait dengan itu, Boseren menyarakan kepada pihak-pihak terkait terutama bagian hukum pemprov Papua Barat untuk merespon terhadap apa yang terjadi, sehingga segera memulihkan nama baik Dominggus Mandacan selaku kepala suku.

"Kita harap masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban daerah Papua Barat dan memberikan dukungan terhadap biro hukum Setprov agar segera melakukan langkah pencegahan, sehingga masalah tersebut diselesaikan dan nama gubernur tetap terjaga" ungkap Boseren saat ditemui di distrik Masni, kabupaten Manokwari, 1 Juni 2020 lalu.

Dikatakan Boseren, Filep Wamafma adalah keterwakilan senator di DPD RI asal Papua Barat bersama tiga senator lainnya, sehingga ketika ada kritikan tidak seharusnya disalahartikan.

"Sebagai kepala suku sub Biak di dataran Wampasi berharap sangat penting untuk saling mendukung dan menjaga agar daerah Papua Barat tetap aman, sedangkan masalah yang dihadapi gubernur Papua Barat harus diselesaikan" ujar Boseren.

Menurut Boseren, ketika pencatutan nama Dominggus Mandacan disebutkan, maka bukan saja beliau yang terkena dampaknya tetapi seluruh orang asli Papua di Papua Barat juga kena dampaknya.

Dikatakan Boseren bahwa sesaat setelah mereka mengetahui masalah itu, para kepala suku sudah bertemu langsung dengan gubernur. Bahkan kehadiran mereka untuk diskusi tentang masalah tersebut.

"Jadi gubernur berpesan agar semua elemen masyarakat tetap tenang dan bersama aparat keamanan menjaga situasi Kamtibmas di daerah Papua Barat, sebab nanti biro hukum dan kuasa hukum yang mengurus masalah ini" ucap Boseren, Selasa (2/6) malam di kediaman Mananwir Biak Bar Mnukwar Petrus Makbon.

Dikatakan Boseren bahwa warga Wampasi sangat mendukung, apabila ada upaya hukum melawan pencatutan nama Gubernur, sehingga memulihkan nama baik kepala suku.

Dia menjelaskan, kalau pun statemen dari Filep Wamafma kepada biro hukum, maka harus dipahami, sebab sesuai tupoksi di lembaga DPD RI.

"Apabila ada komentar yang dikeluarkan oleh Filep Wamafma dan itu sangat baik, maka harus didukung untuk sama-sama menjaga nama baik kepala suku besar Arfak, sekaligus demi nama baik orang asli Papua" tambah Boseren. (WRP)

Baca juga: https://jagapapua.com/article/detail/2935/biro-hukum-papua-barat-gagal-proteksi-gubernur-papua-barat

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery