pasang iklan

Charles Sindir Bupati Teluk Wondama Hingga Kepala Kesbangpol

TELUK WONDAMA, JAGAPAPUA.COM - Sekretaris Kesbangpol Teluk Wondama, Charles Suabey mengungkapkan kritik kepada kepala Kesbangpol terkait pembagian kerja di lingkup Badan Kesbangpol Teluk Wondama. Hal itu diungkapkannya dalam laman Facebooknya dengan nama @Charles Suabey.

Ia menceritakan bahwa sejak dilantik menjadi sekretaris, ia seperti tidak diberi wewenang untuk mengetahui dan melakukan apapun.

“Sudah setahun lebih saya dilantik jadi Sekertaris Kesbangpol Teluk Wondama. Selama itu saya diam dan menunggu hasil distribusi kerja dari Kepala Kesbangpol di kantor.Tapi fakta sehari hari hanya pepesan kosong. Semua hal tentang arus kas uang masuk keluar, hanya Kepala Kesbang dan bendahara yang tahu termasuk pekerjaan rutin di kantor. “ Keluh Charles.

“Tata kelola kerja rutin Badan Kesbangpol Wondama sehari-hari sangat fatal dan konyol. Tidak ada pengkaderan, pembagian tupoksi.” Tambahnya.

Menurut Charles, pembagian kerja sudah selayaknya didistribusikan secara profesional. Ia menginginkan bahwa tidak ada hal yang disembunyikan seolah-olah bahwa Badan Kesbangpol adalah milik seorang pimpinan. Prinsip transparan dan profesional menurutnya adalah hal yang wajib dikedepankan.

“Contoh kasus Pilpres dan Pileg April 2019. Saya sebagai sekretaris tidak terlibat dalam kegiatan hari H. Bapak bupati cq Bapak Kepala Kesbangpol Wondama sangat tidak profesional dalam hal distribusi tugas.” Kritik Carles.

Ia juga menyebut bahwa Kepala Badan Kesbangpol seringkali menginstruksikan kerja tidak sesuai dengan hirarki yang seharusnya, termasuk mengadakan rapat dirumah kepala kantor. Menurutnya sikap tersebut terlalu mencampuradukkan antara urusan pribadi dan urusan kantor.

Ia juga membeberkan bahwa Bupati Wondama tidak pernah sidak ke SKPD Kesbangpol dalam rangka melihat secara langsung kinerja Kesbangpol sehari-hari.

“Bupati hanya duduk manis di kantor terima laporan a.b.s alias laporan pepesan kosong.  Iyo to?” Melihat sepak terjang bupati melalui Kepala Badan sangat tidak elegan dan tidak layak untuk dipilih. Disisi lain saya mau komplain dari awal tapi hemat saya berfikir. barang ini jalan dulu biar saya menyelam dan mendalami perilaku budaya kerja. Berselang waktu 356 hari lebih, ternyata sangat amburadul. Sedikitpun tidak mengena mengenai kompetensi.” Sindirnya.

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery