pasang iklan

Senator Filep Wamafma Terima Aspirasi dari FSPEPB

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Dr. Filep Wamafma SH., M.Hum menerima aspirasi dari Forum Solidaritas Pekerja Energi Papua Bersatu Papua Barat. (FSPEPB)

Aspirasi tersebut disampaikan kepada ketua Dewan Adat Papua (DAP) Doberay Paul Mayor, diteruskan langsung kepada senator Filep Wamafma di kabupaten Manokwari, Selasa (16/6).

Paul Mayor menyatakan, aspirasi itu disampaikan kepada anak asli Papua yang kini dipercayakan negara sebagai pansus Papua DPD RI, tetapi juga sebagai sekjend For Papua MPR RI, sehingga diharapkan apa yang menjadi aspirasi FSPEPB bisa langsung didengar.

Selanjutnya dewan adat Papua akan mengawal aspirasi tersebut sampai ke Jakarta bersama senator Filep Wamafma.

Lebih lanjut Paul Mayor menyatakan, setelah senator menerima aspirasi, maka dalam waktu dekat DPD RI akan memanggil pihak PT Pertamina untuk pertanyakan hal tersebut.

Kronologis Kejadian

"saya atas nama Pekerja Asli Papua menceritakan sedikit tentang kronologis Perjalanan Kilang RU-VII Kasim Sorong, Kilang minyak satu-satunya milik Papua, sebelum kami bikin surat dari forum Solidaritas Pekerja Energi Papua Barat (FSPEPB), karena rasa kekawatiran dengan terjadinya perubahaan di PT. Pertamina (Perseroan) Indonesia menjadi PT. KPI. Holding dan Sub Holding," tulis Adius Wanimbo kepada jagapapua.com, Rabu (17/6).

Menurut Wanimbo, kilang di Sorong sejak berdiri tahun 1995, dibangun dengan kapasitas 10.000 Barel perhari. Meskipun rugi, namun terus beroperasi.

Hanya saja karena termasuk proyek politik, maka managemen kilang Sorong membuat terobosan untuk mengembangkan kilang sampai pembangunan tangki. Bahkan selama 7 tahun, keputusan keluar tahun 2018 dengan hasil tetap mengalami kerugian, sehingga mereka membatalkan pembangunan tangki.

Menurut Wanimbo, kalaupun mereka pekerja membangun tangki, maka untuk mengembalikan modal butuh waktu sekitar 40 tahun lagi, sehingga tahun 2018, batal dibangun.

"Lalu kami forum membuat pertemuan dengan GM RU.VII kasim, kami tawarkan memohon izin untuk lobi pihak external dalam hal ini Bupati, Gubernur, dan MRP-PB, sehingga bapak-bapak membantu kami, sehingga mendapat jawaban open axses tetap jalan dan menginjakan membangun tangki tahun 2019," kata dia.

lanjut dia, setelah adanya keputusan, Maret 2020 lalu rencana akan membangun, namun karena pandemi Covid-19 rencana itu batal dilaksanakan.

Akan tetapi, kabar terakhir bahwa nanti pada Oktober 2020 akan dilakukan launching, namun, terjadi perubahaan sistem bisnis PT.Pertamina (Persero) ke bisnis holding sub holding.

"Untuk itu kami sangat kawatir akan ulang lagi dan batal dan kita kembali rugi. kenapa kami sangat percaya bapak Erick Tohir sama bapak Ahok dan pihak pimpinan kami Direktur kami PT. Pertamina (Perseroan), namun kami sebagai manusia ketakutan, sehingga kami memintah dukungan bapak-bapak dewan agar persoalan Pembangunan tangki atau Open Axses tidak berubah" katanya. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery