pasang iklan

BMI: Jangan sampai Perlihatkan atribut Papua, Kami Pasti Bergerak

MAKASSAR, JAGAPAPUA.COMDalam sejarah politik Papua, tanggal 1 Juli merupakan salah satu hari bersejarah karena tanggal 1 Juli 1971 (49 tahun) silam merupakan hari proklamasi Kemerdekaan Bangsa Papua yang dipimpin oleh Jacob Prai dan Seth Rumkorem. Pada hari itu dideklarasikan penetapan negara berdaulat, Papua Barat.

“Peristiwa ini merupakan tonggak sejarah dalam perjalanan menuju tujuan kami yaitu pembebasan total Papua Barat dari pemerintah kolonial Indonesia.” ungkap Benny Wenda Pimpinan ULWMP pada halaman facebooknya.

Hampir 49 tahun proklamasi Republik Konfederal West Papua atau Republik West Papua, yang disingkat West Papua. Peristiwa bersejarah ini masih diperingati oleh sebagian masyarakat Papua hingga saat ini yaitu tanggal 1 juli tahun 2020, baik di manca negara maupun di dalam Negeri.

Seperti diberitakan pada detik.com, Sejumlah mahasiswa Papua di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), melakukan unjuk rasa menuntut Papua merdeka. Namun, sejumlah organisasi masyarakat lantas menghadang dan membubarkan mereka.

 "Kami halau, larang, masuk, jangan keluar, kami minta mereka dibubarkan," ujar Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI), Muhammad Zulkifli kepada wartawan, Rabu (1/7/2020).

Kelompok mahasiswa Papua tersebut bergerak dari dalam kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI),  berjalan ke depan pintu 2 kampus, yakni Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, sekitar pukul 16.30 Wita. Sejumlah Ormas, yakni BMI, Sapma Pemuda Pancasila, dan Organisasi Pemuda Pancasila, lantas menghadang gerakan tersebut.

"Kami larang dia, kami halau, akhirnya dia masuk lagi ke dalam," ucap Zulkifli. Dia mengatakan pihaknya sejak awal telah mencium gerakan ini, sehingga melakukan antisipasi. Zulkifli mengaku pihaknya tidak ingin mahasiswa tersebut memperlihatkan atribut Papua Merdeka.

"Saya sudah tahu ada dalam kampus, saya komunikasi aparat, saya minta tolong sama aparat bahwa mereka jangan keluar. Jangan sampai memperlihatkan atribut-atribut Papua, kami juga tidak akan buat apa-apa. Tapi, jika mereka keluar dan memperlihatkan atribut, kami pasti bergerak," ucap Zulkifli.

Zulkifli mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Ketua Asrama Papua di Makassar, Anton. Tapi pihak Asrama Papua Makassar disebut tak ambil bagian dari gerakan itu.

"Kalau tadi malam saya sudah komunikasi sama Ketua Asrama, Anton, dia bilang tidak terlibat. Makanya saya heran kenapa ada kejadian seperti tadi," katanya.

Zulkifli pun mengaku curiga ada oknum yang sengaja memprovokasi gerakan tersebut. Dia mengaku menemukan indikasi adanya oknum tersebut.

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery