pasang iklan

Parjal: Negara Patut Apresiasi Kinerja Pansus Papua DPD RI

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) patut memberikan apresiasi dan penghormatan khusus terhadap kinerja Ketua Pansus Papua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal dapil Papua Barat Dr. Filep Wamafma, SH.,M.Hum.,C.L.A.

Pernyataan tersebut disampaikan Panglima Parlemen Jalanan (Parjal) Papua Barat di kabupaten Manokwari, Ronald Mambieuw, guna menyikapi kinerja ketua Pansus Papua DPD RI Filep Wamafma yang telah banyak menghabiskan pikiran, tenaga, dan waktunya untuk membahas persoalan di tanah Papua sesuai kewenangan yang diberikan oleh negara.

Menurut Ronald, rakyat Papua telah memilih para wakil rakyat di senayan Jakarta, seperti anggota DPR RI dan DPD RI. Namun fakta hari ini membuktikan bahwa hanya wakil daerah Filep Wamafma yang lebih tampil di publik membicarakan tentang masalah Papua.

Kata Mambieuw, senator Wamafma tidak hanya berbicara ke publik, melainkan langsung menemui kelompok masyarakat asli Papua untuk menyerap aspirasi tentang situasi Papua sebelumnya, saat ini, dan harapan kedepannya.

Artinya bahwa kinerja seorang senator Filep Wamafma bukan sekedar berbicara, tetapi memiliki fakta dan menjadi sejarah dalam deretan politisi di Papua.

Untuk itu niat baik dari Filep Wamafma untuk menyelesaikan perkara-perkara rakyat asli Papua harus didukung. Di samping itu, masyarakat Papua harus mengetahui bahwa DPD RI tidak memiliki kewenangan mengatur masalah keuangan, melainkan DPD RI adalah wakil daerah di Jakarta yang dipilih masyarakat adat.

“Hari ini sangat jelas sekali bahwa masyarakat menilai dan mengetahui kalau hanya Filep Wamafma yang lebih banyak berbicara tentang persoalan Papua, sehingga harus kita pertanyakan para wakil rakyat asal Papua dan Papua Barat lainnya di Jakarta, apakah mereka tidak memiliki niat berbicara tentang masalah Papua, ataukah memang ada ketakutan tersendiri” ungkap Mambieuw, Selasa (21/7) malam.

Kewenangan negara kepada Filep Wamafma ternyata sangat luar biasa dan sangat dirasakan oleh rakyat Papua, sebab tidak hanya berada dibalik kursi kedewanan, melainkan turun langsung ke masyarakat untuk bertemu, entah itu di Papua Barat sebagai dapilnya atau juga ke Papua.

“Rakyat Papua Barat tidak salah memilih seorang Dr. Filep Wamafma di DPD RI. Padahal terhitung belum satu tahun berada di DPD RI, tetapi kerjanya sangat terukur. Oleh sebabnya wakil daerah lainnya di Jakarta harus banyak berbicara tentang masalah Papua” ucap Mambieuw.

Dia pun mengutarakan bahwa saat ini wakil rakyat asal tanah Papua, baik di DPD dan DPR RI di Jakarta memiliki pekerjaan rumah besar, misalnya berbicara tentang otonomi khusus (Otsus) yang sudah berada di injuri time, sehingga mereka harus lebih ekstra tampil berbicara.

Lebih lanjut, Mambiuew mengutarakan bahwa jika berbicara tentang masalah Papua secara kajian politik sangat menyita tenaga Filep Wamafma, sebab ada orang yang setuju dengan pikirannya, tapi ada yang tidak setuju. Oleh karena itu, Parlemen Jalanan Papua Barat berharap jangan membebankan kerja pansus kepada hanya kepada seorang Filep Wamafma.

“Rakyat Papua dan Papua Barat harus mendukung penuh niat baik dari Dr. Filep Wamafma yang terus dan menerus bicarakan tentang masalah Papua. Kita bisa nilai kalau wakil rakyat lain tidak berbicara tentang Papua, sehingga kita menilai bahwa ada ketakutan untuk kepentingan politik kedepannya” ucap Mambiuew.

Secara terpisah, Direktur LP3BH Manokwari Yan Christian Warinussy, SH, mengutarakan bahwa Pansus Papua DPD RI sudah memberikan langkah positif untuk penyelesaian masalah Papua, misalnya mengusulkan beberapa persoalan Papua seperti penyelesain HAM Papua dan pekerjaan lainnya. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery