pasang iklan

Hasil Swab Test Tak Kunjung Keluar Hingga Pasien Meninggal

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Keluarga dari almarhuma HK pertanyakan penanganan pasien pada umumnya yang dirawat di RSUD Manokwari.

Ishak Mansawan dari keluarga almarhumah mengatakan bahwa pasien masuk dan dirawat ke RSUD Manokwari pada Rabu pekan lalu, karena sakit.

Kemudian timbul pertanyaan dari keluarga, apakah selama alamarhuma dirawat di RSUD berstatus sebagai pasien Covid-19 atau pasien umum seperti pasien biasanya sebelum adanya wabah Covid-19.

Sebab, menurut Mansawan selama pasien di rawat tidak ada penjelasan dari pihak RSUD hingga pasien meninggal dunia.

Ishak menjelaskan  pada Sabtu siang, pihak RSUD melakukan pemeriksaan rapid-tes dan hasilnya reaktif. Selanjutnya, dilakukan pengambilan tes swab.

Akan tetapi petugas Covid-19 di RS tidak menjelaskan atau menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut, hingga akhirnya pasien meninggal pada Selasa (28/7) malam.

"Lantaran menunggu terlalu lama, keluarga pasien berinisiatif untuk pertanyakan kepada pihak RSU Provinsi Papua Barat. Ternyata hasil swab sudah diambil pada Sabtu, tetapi ditahan di RSUD hingga Selasa siang baru diantar ke RSUP untuk diuji lab" ungkap Mansawan saat dikonfirmasi, Rabu (29/7).

Mansawan mengemukakan, hasil swab baru diketahui keluarga setelah pasien sudah meninggal dunia. Untuk itu, pihak keluarga pertanyakan, kenapa sampel swab bisa tertahan di RSUD Manokwari berhari-hari.

"RS Provinsi tidak jauh dari RSUD Manokwari. Artinya satu kota, terus kenapa sampai swab bisa ditahan berlama-lama di RSUD" tanya Mansawan.

Penjelasan dan Pengakuan Jubir Covid-19 Papua Barat

Secara terpisah, Juru bicara Covid-19 Papua Barat dr. Arnold Tiniap yang dikonfirmasi melalui grop WhatsApp gugus tugas Covid-19 menjelaskan bahwa Lab RSUD Provinsi baru menerima sampel kemarin (Selasa), dan sesuai permintaan pihak keluarga untuk diperiksa agar diketahui pasti statusnya.

Artinya bukan keinginan pihak RS Provinsi untuk menahan tetapi sampel swab pasien baru diterima oleh mereka.

"Tadi malam saya sudah minta pihak keluarga untuk buat surat pernyataan di atas kertas bermeterai, bahwa keluarga siap menerima hasil lab, dan suratnya ada di saya" jawab Tiniap.

Lebih lanjut, Tiniap mengatakan sudah berkomunikasi dengan dokter yang merawat pasien di RSUD Manokwari, dan menjelaskan bahwa swabnya sudah diambil sekitar 2 hari lalu, tetapi baru diantar kemarin.

"Kami RSUD provinsi khususnya laboratorium tidak punya kepentingan apa-apa terhadap hasil pemeriksaan seseorang. Sebab, hasil positif atau negatif diperoleh melalui metode ilmiah menggunakan alat PCR dan TCM dan hasilnya bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah" jelas Tiniap.

Direktur RSUP itu ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa, bila tidak siap menerima hasil pemeriksaan, maka jangan periksa. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery