pasang iklan

Ini Hasil Pertemuan Gubernur Dominggus dan Menpan RB

JAKARTA, JAGAPAPUA.COM - Inilah beberapa poin penting dalam pertemuan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan bersama Menteri Pedayagunaan Aparatur Sipil Negara Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, di Jakarta tentang hasil tes pengumuman CPNS formasi 2018 yang menuai protes.

Selain gubernur, juga ada kepala daerah kabupaten, kota, para sekda, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Ketua DPR PB, dan Ketua MRP PB turut hadir pada pertemuan tersebut, Jumat (7/8). Ke hadapan Menpan RB, Gubernur Dominggus minta agar meneruskan kuota tambahan penerimaan CPNS formasi 2018 kepada Presiden Joko Widodo.

“Formasi CPNS tahun 2019 dan 2020 akan diprioritaskan bagi Orang Asli Papua (OAP) yang tidak lolos pada penerimaan CPNS formasi 2018” kata Gubernur.

Sementara, Plt Bupati Manokwari Edi Budoyo kehadapan Menpan RB mengatakan bahwa hasil pengumuman CPNS di kabupaten Manokwari menuai protes dari peserta tes CPNS yang tidak lolos, sebab tidak sesuai dengan kuota 80 persen bagi OAP.

Budoyo pun mengutarakan, hasil pengumuman CPNS kabupaten Manokwari dan beberapa daerah lain yang sudah diumumkan sesuai kuota formasi tahun 2018 pada 31 Juli lalu tidak bisa dibatalkan.

Sedangkan, daerah lain yang belum mengumumkan hasil tes CPNS 2018 akan diupayakan agar ada penambahan kuota bagi OAP. Artinya keinginan daerah untuk adanya penambahan kuota CPNS bagi OAP lebih dari 80 persen sudah disampaikan ke Menpan RB.

Kembali ditegaskan Budoyo, bahwa hasil CPNS yang sudah diumumkan tidak bisa dibatalkan. Akan tetapi, menurut Budoyo, bahwa untuk formasi tahun 2019 dan 2020 seperti permintaan Gubernur bahwa akan di khususkan kepada OAP, namun tetap mengikuti beberapa syarat seperti hasil rangking tertinggi.

Dalam pertemuan tersebut, secara khusus untuk seleksi CPNS formasi tahun 2019 akan dikembalikan ke daerah masing-masing di Papua Barat, sehingga tetap memperhatikan kearifan lokal daerah Papua.

Lebih lanjut, Budoyo menjelaskan, untuk kuota CPNS Manokwari akan memprioritaskan putra/putri Arfak dan Doreri serta OAP lainnya yang berada di kabupaten Manokwari.

Inilah tanggapan Gubernur setelah pertemuan bersama Menpan RB, kata Dominggus, pemerintah Pusat turut kebingungan terhadap seleksi CPNS 2018, karena itu pemerintah Pusatingin mendengar penjelasan kepala daerah atau pihak lain di Papua Barat.

“Yang jelas bahwa kami sudah sampaikan kepada Menpan RB, maka kami lagi tunggu surat keputusan pertemuan” tegas Gubernur. Lebih lanjut, Gubernur menerangkan, bahwa pada intinya kabupaten yang belum umumkan nama-nama CPNS untuk dikembalikan ke pemerintah Pusat untuk ditinjau kembali.

Sedangkan kabupaten yang sudah diumumkan hasil tes CPNS untuk meninjau kembali presentase 80 persen OAP dan 20 persen non OAP. Hal kedua bagi kabupaten yang presentase kecil akan didorong pada formasi 2019 untuk mengakomodir hasil tes CPNS formasi 2018, namun tetap mengacu pada aturan.

“yang jelas bahwa daerah yang sudah diumumkan hasil CPNS tetap berjalan, tetapi harus mendorong formasi 2019 untuk memperhatikan kuota OAP tanpa melakukan tes pada peserta CPNS 2018 lalu” tambah Gubernur. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (2)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery