pasang iklan

Tak Lulus Tes, Calon Siswa Kowad Asli Papua Duduki Gedung MRPB

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Ratusan calon siswa Korps Wanita Angkatan Darat atau Pembentukan Korps Wanita Angkatan Darat yang tidak lolos dari tahapan seleksi Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat menduduki gedung MRPB.

Mereka calon siswa Kowad asli Papua tidak lolos dalam tahapan seleksi penerimaan prajurit TNI untuk kuota otsus tahun 2020, sehingga mereka mengadu ke lembaga kultur, Jumat (18/9) siang.

Kedatangan para calon Kowad ini diterima Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren, ketua Pokja Agama Kelly Duwiri, dan Valenthinus Wainarisy.

Menurut calon siswa Kowad bahwa mereka yang tidak lolos dalam seleksi penerimaan disebutkan karena berbagai alasan. Diantaranya persoala tinggi badan yang dianggap tidak sesuai dengan standar penerimaan Kowad, termasuk mengalami masalah kesehatan di gigi.

Agar bisa mendapat perhatian dari pemerintah Provinsi berdasarkan kuota otsus 1000 orang asli Papua menjadi prajurit TNI-AD, maka ratusan calon siswa Kowad ini datang mengadukan nasib mereka ke MRPB.

Salah satu calon Kowad Adelin Sroyer dalam keterangannya mengatakan bahwa sebagian dari calon Kowad tidak memenuhi standar tinggi badan, kesehatan gigi, dan syarat lainnya.

Pengakuan yang sama diutarakan oleh Sila Ap, salah satu calon siswa Kowad. Menurut keduanya bahwa persoalan mereka sudah diadukan kepada Gubernur Papua Barat, sehingga keluhan mereka sudah masuk ke gubernur.

Bahkan menurut keduanya bahwa gubernur sudah mengeluarkan rekomendasi kepada Pangdam untuk memperhatikan status calon siswa Kowad.

"Belum ada respon dari panitia penerimaan Kodam Kasuari sehingga kami datang mengaduh kepada MRPB agar ada perhatian khusus kepada kami" ungkap Sroyer dan Ap kepada jagapapua.com.

Menanggapi persoalan ini, Ketua MRPB Maxsi Nelson Ahoren mengutarakan, pihak MRPB telah menyurati Pangdam Kasuari untuk meminta waktu mengadakan audensi, sehingga MRP akan menyampaikan aspirasi dari ratusan calon siswa Kowad tersebut.

"jadi ada 115 orang calon siswa Kowad yang mengaduh kepada MRPB, sehingga akan kami bicarakan dengan Pangdam nanti agar ada kepastian kepada mereka" jelas Ahoren.

Menurut Ahoren, para calon siswa Kowad ini merasa diperlakukan tidak adil, sebab kuota TNI otsus berjumlah cukup besar yakni 1000 orang, namun mereka mempertanyakan jumlah kuota yang besar tersebut tidak mampu mengakomodir OAP secara baik

Ahoren menambahkan bahwa sebelum program penerimaan tentara otsus, banyak pencaker yang mengikuti tes pada formasi umum tetapi tidak lolos karena dinyatakan gagal dari aspek kesehatan.

Kemudian formasi khusus otsus digelar kembali, tetapi lagi-lagi mereka tidak diterima karena dinilai ukuran badan pendek.

"Pertemuan bersama Pangdam direncanakan Sabtu pagi, sehingga saya berharap ratusan Kowad ini bisa mendapat kepastian dan pertimbangan dari Pangdam putri asli Papua yang berasal dari kabupaten, kota se Papua Barat ini" kata Ahoren.

Lebih lanjut, Ahoren menyampaikan bahwa jumlah penerimaan tentara khusus otsus 1000 orang, sehingga minimal terdapat Kowad yang bisa diakomodir dengan harapan lebih dari 100 orang. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery