pasang iklan

2 Alat Penggiling Padi Ladang Diserahkan di Manokwari Timur

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyerahkan dua bantuan alat penggiling padi ladang atau perontok padi kepada kelompok pertanian Padi ladang di kampung Susweni dan Arowi, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, Rabu (14/10).

Menurut laporan kelompok petani Padi ladang bahwa lahan yang mereka kelola ialah seluas 2,5 hektar. Lahan tersebut sudah dibuka pada April 2020 dan sempat melakukan panen perdana sebesar 1,2 Ton, namun hasilnya belum maksimal karena menggunakan alat manual.

Untuk meningkatkan produktivitas hasil olahan padi ladang di daerah tersebut, sempat kelompok tani ini mengalami kendala. Selanjutnya, kelompok tani ini mengajukan proposal kepada Gubernur dan melalui perintah gubernur kepada dinas pertanian provinsi Papua Barat, maka aspirasi kelompok pertanian tersebut mendapat bantuan alat perontok padi.

Alat perontok padi tersebut secara resmi diserahkan oleh Gubernur Dominggus Mandacan kepada kelompok pertanian di kampung Susweni-Arowi, distrik Manokwari Timur, kabupaten Manokwari, Rabu kemarin.

Dalam sambutannya, Gubernur menjelaskan bahwa sebelumnya telah ada informasi dari pendeta mengenai kegiatan kelompok tani dalam mengelola lahan padi ladang yang subur di daerah Manokwari Timur. Dengan demikian, maka pemprov membantu kelompok tani tersebut dengan dua alat perontok padi.

“Jadi saya perintahkan kepada Kepala Dinas Pertanian untuk mengecek ke lokasi dan akhirnya bisa memberikan dua alat perontok padi melalui usaha petani.” ujar Dominggus.

Lebih lanjut, kata Gubernur, bantuan ini untuk membantu petani dalam mengelola semua sumber daya alam (SDA) di Papua Barat pada umumnya dan khususnya di Manokwari Timur.

"Bahkan kalau kita mau bilang stok makanan di Papua Barat sangat cukup setelah ada padi ladang yang dikelola disini” ungkap Gubernur.

Gubernur menambahkan komentar terkait beras yang dikirim dari luar Papua dibandingkan dengan padi hasil olahan sendiri menurut gubernur memiliki rasa yang berbeda, sehingga masyarakat diajak tetap memproduksi padi lokal untuk bisa maksimal dan dinikmati sendiri. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery