pasang iklan

Gedung Pastori GKI Manyosi Wirsi Senilai Rp. 1M Lebih Diresmikan

MANOKWARI, JAGAPAPUA.COM - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meresmikan rumah pastori GKI Manyosi Wirsi yang sudah selesai dikerjakan dan siap ditempati oleh ketua jemaat (pendeta) setempat.

Peresmian pastori saat ini bersamaan dengan HUT PKB Jemaat GKI Manyosi Wirsi, kabupaten Manokwari pada 9 November 2020, hari ini. Sebelumnya, Gubernur menceritakan bahwa semua pastori yang sudah diresmikan secara bertahap di denominasi gereja di wilayah Papua Barat, terutama di kabupaten Manokwari. Menurutnya, ternyata pastori di kampung Bremi, Manokwari Utara sangat besar dan luar biasa bangunannya.

“Kami percaya bahwa provinsi ini sejahtera dan maju karena doa dari seluruh hamba allah di daerah ini. Untuk itu semua program yang kami jalankan tentu saja untuk kesejahteraan rakyat di daerah Papua Barat” kata Dominggus.

Rumah pastori ini diharapkan menjadi tempat tinggal yang layak untuk pendeta sehingga melayani umat secara maksimal sesuai dengan mandat Tuhan untuk melayani Jemaat, beribadah dan bersekutu.

Dikatakan Dominggus, pemerintah akan membantu semua denominasi gereja yang ada di daerah ini sesuai dengan program dan kemampuan anggaran daerah. Secara bertahap, kata Dominggus, pemerintah sudah membantu ke seluruh jemaat di kabupaten, kota.

“Saya berterima kasih kepada panitia pembangunan, sebab kurang lebih 4 bulan lamanya pembangunan pastori berlangsung dengan cepat sehingga bisa digunakan. Apalagi banyak sumbangan dari pihak lain yang membantu sehingga pembangunan pastori ini bisa selesai dengan waktu yang singkat” ujar Dominggus.

Sebelumnya, ketua panitia pembangunan pastori GKI Manyosi Wirsi, Nicolas Wanenda menjelaskan bahwa selain pembangunan rumah pastori maupun pagar keliling dimulai sejak Juni hingga November 2020 diselesaikan.

Wanenda melaporkan bahwa pembangunan dilandasi dengan surat keputusan jemaat GKI Manyosi Wirsi, dimana pembangunan itu direncanakan pada tahun 2019 lalu, namun baru terealisasi pada Juni 2020.

Kehadapan Gubernur dan jemaat Manyosi Wirsi, Wanenda mengutarakan bahwa pastori lama ditempati pada tahun 2006 sejak gereja Manyosi Wirsi selesai dibangun. Namun karena rumah pastori harus direnovasi, sehingga rencana rehap pastori mulai efektif pada 2 Juni dan selesai 2 November 2020 selesai.

“Kita terlambat membangun pastori karena harus pemindaan pendeta Mamoribo saat itu, sehingga pembangunan mengalami keterlambatan dengan proses administrasi seperti pembuatan Notaris” jelas Wanenda.

Luas bangunan pastori dengan rinci fasilitas didalamnya yakni berdiri diatas sertifikat gereja. Dengan luas tanah 180 meter persegi, didalamnya teras, ruang keluarga, kamar tidur, ruang pelayan pastoral, dapur dan kamar mandi.

Di kesempatan itu, Wanenda menambahkan bahwa rehap berat pastori dan pagar keliling menelang biaya sebesar Rp 1 miliar dan mendapat dukungan jemaat serta donatur.

Dengan rincian biaya yang digunakan panitia pembangunan pastori senilai Rp 1.436.300.000,- yang terdiri dari bantuan provinsi Papua Barat sebesar Rp 1 miliar, donatur dan jemaat sebesar Rp 11 juta lebih. (WRP)

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery