pasang iklan

Prajurit TNI Tertembak di Intan Jaya, OPM Akui Lakukan Serangan

PAPUA, JAGAPAPUA.COM -  Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengakui bahwa pihaknya melakukan serangan terhadap Pos Tigiti, Kabupaten Intan Jaya yang menyebabkan gugurnya seorang prajurit Batalyon 400/BR.

“Komandan Operasi Kodap VIII Intan Jaya, Gusby Waker, melaporkan kepada manajemen markas pusat Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat bahwa Komandan Pos TPNPB di Dulla Aibon Kogeya, telah pimpin pasukan TPNPB dan berhasil serang pos militer Indonesia. Serangan dilakukan Sabtu (9/1) pukul 14.00- 17.15 WIT. Waker juga melaporkan bahwa pihak pasukan TPNPB belum ada yang korban,“ kata Juru Bicara Komando Nasional (Komnas) TPNPB-OPM Sebby Sambom pada senin (11/1).

Seorang prajurit TNI Batalyon Infanteri 400/Banteng Raider, Prada Agus Kurniawan gugur saat terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Insiden tersebut terjadi di Distrik Titigi, Kabupaten Intan Jaya, Papua pada hari minggu (10/1) sekitar pukul 11.40 WIT.

Menurut Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan, Prada Agus Kurniawan yang saat itu sedang bertugas di Pos Titigi mengalami luka tembakan di bagian punggung yang menyebabkan ia meninggal dunia. Lokasi Pos Titigi diketahui berjarak 5 km dari Sugapa, Ibu Kota Kbupaten Intan Jaya.

“Tadi kontak tembak antara Batalyon 400 dengan KKB di Titigi yang mengakibatkan satu anggota bernama Prada Agus Kurniawan meninggal dunia,” kata Brigjen Iwan Setawan.

Lebih lanjut, Iwan Setiawan mengatakan bahwa jenazah Prada Agus Kurniawan telah dievakuasi menuju Timika dengan menggunakan helikopter milik TNI AU.

"Tadi dari Titigi sudah dievakuasi menuju Sugapa dan dari Sugapa sudah dievakuasi menggunakan heli menuju Timika," ujarnya.

Menurut Iwan Setiawan, pihaknya berfokus pada evakuasi jenazah dan personel Yonif 400/BR bersiaga serta melakukan pengejaran terhadap KKB. Ia menjelaskan medan yang dihadapi cukup sulit dengan banyaknya tebing-tebing di lokasi tersebut. Sementara itu, Iwan Setawan menyampaikan pihaknya belum mengetahui terkait penyebab maupun kronologi pasti insiden yang menewaskan prajuritnya tersebut.

"Yang jelas anggota yang jadi korban secepatnya dievakuasi mengingat waktu sudah siang, kemudian yang kedua anggota siaga termasuk melakukan pengejaran. Seperti diketahui medannya di sana cukup sulit, banyak tebing-tebing," tambah Iwan Setiawan. [UWR]

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery