pasang iklan

Pasca Pembakaran Pesawat di Intan Jaya, Penerbangan Tetap Normal

PAPUA, JAGAPAPUA.COM - Kegiatan penerbangan perintis dari Bandara Mozes Kilangin Timika Papua, baik penumpang maupun barang ke sejumlah rute di pedalaman Papua masih berjalan normal. Penerbangan komersial juga tetap berjalan dan seluruh aktivitas penerbangan penumpang dan barang telah dimulai dan berjalan normal sejak akhir pekan lalu, Sabtu (16/1). Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Mozes Kilangin Timika Papua, Syamsuddin Sulaiman pada selasa (19/1).

“Untuk perintis dan kargo penumpang, kami sudah memulainya sejak hari Sabtu (16/1) untuk Rute Timika-Kaimana-Fakfak pergi pulang. Tahun ini ada penambahan rute baru perintis penumpang ke Kaimana dan Fakfak pergi pulang ke Timika,” kata Syamsuddin Sulaiman dari Antara (20/1).

Syamsuddin mengatakan bahwa untuk penerbangan perintis bagi penumpang dan barang ke berbagai rute ke pedalaman Papua, pihaknya mendapatkan subsidi anggaran dari APBN sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan. Penerbangan perintis bagi penumpang pihaknya bekerja sama dengan Susi Air dan Asian One Air.

Sebelumnya telah terjadi insiden pembakaran pesawat Cesna Grand Caranavan milik maskapai penerbangan Mission Aviation Fellowship (MAF) di Kampung Pagamba, Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya pada rabu (6/1) lalu. Insiden tersebut telah meningkatkan kerawanan penerbangan ke wilayah pedalaman Papua.

Menanggapi hal itu, Syamsuddin Sulaiman mengatakan bahwa terkait dengan keamanan penerbangan pihaknya mengikuti arahan dari pemda dan akan melaksanakan penerbangan dari Timika ke pedalaman Papua hanya jika pemda menyatakan penerbangan aman untuk dilaksanakan. Sebaliknya, tanpa jaminan keamanan dari pemda, pihaknya tidak akan melaksanakan penerbangan ke rute tersebut.

“Soal keamanan tergantung dari pemda. Kalau mereka nyatakan aman, berarti pesawat tetap terbang dari Timika. Kalau memang dinyatakan tidak kondusif, kita tidak bisa terbangkan pesawat dari Timika. Jadwal penerbangan sudah ada, kami tidak bisa menahanm’ jelas Syamsudin.

Syamsuddin menambahkan bahwa bagi para penumpang yang akan melakukan perjalanan dari dan ke luar wilayah Papua di Bandara Mozes Kilangin Timika diwajibkan membawa hasil rapid test Antigen. Sedangkan bagi para penumpang dengan perjalanan antar kota di dalam wilayah Papua diwajibkan membawa hasil rapid test Antibodi. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang dari ancaman infeksi virus Corona. [uwr]

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery