pasang iklan

Bendungan Air Jebol, Banjir Bandang Landa Kampung Uwibitu Papua

PANIAI, JAGAPAPUA.COM - Banjir bandang melanda pemukiman warga di Kampung Uwibitu, Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai pada selasa (19/1). Banjir bandang disebabkan hujan deras mengguyur Kampung Uwibitu hingga bendungan air jebol dan air meluap hingga ke pemukiman warga, kediaman Bupati Paniai dan infrastruktur lain. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Paniai, AKBP Noami Giay pada rabu (20/1).

“Menurut informasi dari warga Madi bahwa tepatnya di belakang SD Yapis depan RSUD Madi terdapat penampungan air atau ada bak air. Karena hujan deras, bak air itu jebol dan tumpah ke sepanjang jalan dari RSUD, kediaman Bupati Kabupaten Paniai, pos Lalu Lintas Polres Paniai, pertigaan Distrik Bibida dan asrama Polisi Polres Paniai, dan depan Jalan Poros Madi-Enarotali,” ungkapnya, kepada Jubi melalui telepon seluler, Rabu (20/1).

Selain karena hujan deras, seorang anggota DPRD Paniai, Gabriel Adii mengatakan banjir dan longsor kerap kali terjadi dikarenakan minimnya tempat resapan air dan postur geografis tanah di Kampung Uwibitu pada umumnya dinilai mudah longsor. Hal ini didukung dengan banyaknya saluran air tersumbat oleh sampah-sampah warga sehingga tidak mampu mengalirkan air hujan dengan baik.

Gabriel Adii meminta pemerintah Kabupaten Paniai lebih memperhatikan penataan pemukiman warga dan aspek lingkungan di Kampung Uwibitu.

“Kami minta pemda perlu menyiapkan tempat pembuangan sampah, truk pengangkut sampah serta disiapkan tenaga pengangkut, dan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat, serta pembangunan rumah diperhatikan dari berbagai aspek lingkungan,” kata Adii.

Sementara itu, akibat banjir bandang diperkirakan tiga puluh rumah warga terkena banjir, dua rumah dan satu motor milik warga hanyut terbawa arus banjir. Selain itu pagar Pos Lantas Polres Paniai rusak karena tertimbun material longsor. Tiga buah mobil dinas Bupati Paniai, rumah jabatan bupati dan pagar kediaman bupati juga mengalami kerusakan akibat dihantam banjir. Diketahui tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang yang terjadi pada selasa malam itu.

AKBP Noami Giay mengatakan kerugian diperkirakan capai ratusan juta rupiah. Menurutnya tim gabungan tengah membersihkan lokasi dengan bantuan satu alat berat dan empat truk untuk mengangkut sampah yang berserakan akibat terjangan banjir.

”Tim gabungan menggunakan satu alat berat dan empat truk untuk mengangkut sampah dan lumpur pascabencana. Kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” kata Naomi.

Selain itu, AKBP Noami Giay mengatakan pihaknya mengalami kendala pendataan dan upaya bantuan penyelamatan kepada warga terdampak musibah banjir bandang dikarenakan listrik yang padam di Kampung Uwibitu.

“Karena situasi malam hari dan listrik (PLN) sudah satu minggu tidak pernah menyala, menurut karyawan PLN mesin mengalami kerusakan, sehingga pendataan maupun upaya bantuan penyelamatan warga yang terkena musibah banjir mengalami kesulita,” jelas AKBP Noami Giay.[UWR]

Share This Article

Related Articles

Comments (0)

Leave a Comment

Liputan Video

Video Lainnya

Daftar

Gallery